Kajian Islam
Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha, Lengkap dengan Latin, Arab dan Artinya
Ibadah Shalat Dhuha adalah Shalat Sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi hari saja.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Ibadah Shalat Dhuha adalah Shalat Sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi hari saja.
Pengerjaannya dapat dilakukan minimal 2 rakaat dan bisa dikerjakan maksimal 12 rakaat, dengan setiap 2 rakaat Sholat Dhuha diakhiri satu salam.
Melaksanakan Shalat Dhuha menjadi salah satu ibadah Shalat Sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Disebut Sholat Duha yakni karena sholat ini dikerjakan pada waktu Duha.
Waktu Duha adalah waktu pada saat matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta mulai dari terbitnya matahari (sekitar pukul 07.00 pagi) sampai waktu dhuhur (sekitar pukul 12.00 siang).
Tata Cara Shalat Dhuha
Untuk tata cara sholat dhuha 2 rakaat adalah sebagai berikut:
1. Niat sholat dhuha
Berikut bacaan niat sholat Dhuha :
أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى
(Usholli sunnatadh Dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa)
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala"
2. Takbiratul ikhram
3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
4. Membaca Surah Al-Fatihah
5. Membaca Surah As-Syams
6. Ruku’ dengan tuma’ninah
7. I’tidal dengan tuma’ninah
8. Sujud dengan tuma’ninah
9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
10. Sujud kedua dengan tuma’ninah
11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
12. Membaca Surah Al-Fatihah
13. Membaca Surah Ad-Dhuha
14. Ruku’ dengan tuma’ninah
15. I’tidal dengan tuma’ninah
16. Sujud dengan tuma’ninah
18. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
19. Sujud kedua dengan tuma’ninah
20. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
21. Salam
21. Membaca doa sholat dhuha
Baca juga: Berikut Niat Sholat Dhuha, Ada Tata Cara, Waktu Pelaksanaan dan Keutamaannya
Baca juga: Simak, 7 Keutamaan Sholat Dhuha, Amalkan Tiap Pagi, Berikut Bacaan Niat dan Doanya
Baca juga: Tata Cara Sholat Dhuha Menurut Ustad Abdul Somad, Kapan Waktu Tepat Menunaikannya
Doa setelah sholat dhuha
Berikut doa setelah sholat dhuha latin dilansir dari laman resmi buyayahya.org pada Selasa (15/3/2022).
اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya :
"Ya Allah, bahwasanya waktu dluha itu waktu dluhaMu, kecantikan ialah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu, dan perlindungan itu, perlindunganMu".
"Ya Allah, jika rizkiku masih diatas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dluha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan
kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh".
Lantas, kapankah waktu paling tepat dan terbaik menunaikan Sholat Dhuha?
Berikut adalah penjelasan Buya Yahya yang dikutip dalam video yang ditayangkan di YouTube Al-Bahjah Tv dengan judul Waktu Sholat Dhuha Yang Baik - Hikmah Buya Yahya.
Waktu yang Tepat dan Terbaik Sholat Dhuha
Rentang waktu mengerjakan Shalat Dhuha sebagaimana dijelaskan oleh Buya Yahya ialah saat matahari mulai meninggi hingga matahari belum tergelincir di atas kepala.
"Selagi matahari belum di atas kepala, maka itu adalah waktu Dhuha," kata Buya Yahya.
Lebih jelasnya lagi, Buya memberikan rincian kapan Shalat Dhuha boleh mulai dikerjakan.
"Waktu dhuha terbentang dari matahari terbit, kita tunggu sejenak, sampai setinggi qadra ramhin, itu kalimat nabi," jelas Buya.
Yang dimaksud Qadra Ramhin ialah saat matahari terbit meninggalkan landasannya, ketinggian matahari dengan tanah diperkirakan satu tombak.
"Itu perkiraan saja, mungkin sederhananya ialah di bawahnya (celah matahari dengan permukaan tanah) bisa dikasih matahari lagi," lanjutnya.
Sementara itu, waktu paling afdhal dan paling utama menunaikan ibadah Shalat Dhuha ialah ketika panas matahari mulai menguat, yaitu di seperempat waktu siang.
Dalam kisaran waktu, diumpamakan rentang waktu siang hari dibagi menjadi empat, maka waktu yang paling bagus mengerjakan Shalat Duha ialah 3 jam setelah matahari terbit.
"Itu adalah waktu yang paling tepat, paling bagus kalau kita ingin melakukan Shalat Dhuha," terang Buya Yahya.
"Waktu Dhuha ialah saat matahari mulai meninggi meninggalkan landasannya setinggi tombak. Setelah itu meninggi lagi dan mulai panas, itulah waktu utama shalat dhuha," tegasnya lagi. (Serambinews.com/Firdha Ustin)
Baca juga berita lainnya
Baca juga: Harga Emas di Lhokseumawe Hari Ini Turun Rp 39 Ribu/ Mayam
Baca juga: Ampuh Bersihkan Lemak di Jantung dan Pembuluh Darah, dr Zaidul Akbar Sarankan Minum Herbal Ini
Baca juga: Masuk Hotel Berdua Keluarnya Sendirian, Petugas Resepsionis yang Curiga Syok saat Periksa Kamar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-muslim-sedang-mengerjakan-shalat.jpg)