Rabu, 6 Mei 2026

Serambi Awards 2022

Inovasi Tanpa Henti dari Abusyik

Bupati Pidie, Roni Ahmad SE MM atau kerap disapa Abusyik tidak pernah berhenti untuk memecahkan persoalan demi mensejahterakan petani di kabupaten itu

Tayang:
Editor: IKL
DOK HUMAS PEMKAB PIDIE.
Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik memperlihatkan traktor boat modifikasinya saat dilakukan dilakukan uji coba di areal persawahan Gampong Kong-kong Aree, Kecamatan Delima, Senin (6/12/2021). 

“Traktor boat hasil modifikasi ini kerjasama dengan Pemkab. Sarana pertanian itu untuk memperlancar petani saat turun ke sawah.”

SERAMBINEWS.COM - BUPATI Pidie, Roni Ahmad SE MM atau kerap disapa Abusyik tidak pernah berhenti untuk memecahkan persoalan demi mensejahterakan petani di kabupaten itu.

Mantan Panglima Muda Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Pidie itu awalnya menemukan formula baru meracik pupuk alami. Hasil racikan pupuk alami itu mampu mengembalikan tanaman yang sudah terkontaminasi dengan racun, menjadi subur kembali. Sehingga mantan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pidie itu ikhlas masuk kebun, dan keluar kebun warga untuk menyemprot tumbuhan milik petani dengan pupuk alaminya.

Saat melakukan penyemprotan, Abusyik kerap memboyong kepala dinas, kepala badan, dan camat untuk menyaksikannya. Berkat inovasi di bidang pupuk alami, Abusyik sering diundang ke kabupaten lain di Aceh. Bahkan, orang nomor satu di Pidie itu diundang ke Medan, Sumatera Utara.

Cara lain dilakukan Abusyik untuk membasmi hama dengan membakar sampah di bawah pohon. Sampah yang dibakar itu terdiri dari dedaunan yang sudah mengering di bawah pohon. Selain tanaman bernilai ekonomis, tambak milik warga disemprot memakai bahan hasil racikannya. Uniknya, saat menyemprot tambak, Abusyik dengan berpakaian dinas terjun langsung ke lokasi. Ia tidak menghiraukan terkadang harus terjebak dalam lumpur tambak sehingga harus ditarik.

Kecuali itu, Abusyik mampu mengolah air berlumpur menjadi tawar. Itu sudah dilakukan di sebagian sumur galian milik masyarakat, dengan mengangkat lumpur di dalam sumur. Obat alami hasil racikan Abusyik diyakini mampu mengobati warga. Sehingga saat ada warga bertamu ke rumahnya, Abusyik tetap memberikan obat gratis untuk dioles di bagian anggota tubuh yang sakit.

Inovasi lain terus dilakukan oleh alumnus Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh itu. Di masa jabatannya akan berakhir pada Juli 2022, Abusyik kembali melahirkan inovasi baru. Kali ini, ia membuat traktor boat.

Bahkan, traktor boat yang berhasil dimodifi kasi sudah dilakukan uji coba di areal persawahan Gampong Kong-Kong Aree, Kecamatan Delima, pada 6 Desember 2021. Saat lauching traktor boat tersebut, Abusyik memboyong sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Pidie dan 23 camat. SKPK dan camat sempat mencoba mesin traktor boat hasil karya Abusyik.

“Traktor boat hasil modifi - kasi ini kerjasama dengan Pemkab. Sarana pertanian itu untuk memperlancar petani saat turun ke sawah,” kata Abusyik kepada Serambi, Minggu (13/2/2022).

Ia menjelaskan, dirinya dipercayakan masyarakat sebagai pemimpin Pidie, tentunya ingin memberikan kemudahan bagi petani ketika menggarap sawah. Sebab, saat ini terjadi kendala bagi petani jelang jadwal turun ke sawah.

Kendala itu dirasakan petani sejak mesin combine atau mesin pemotong padi turun ke areal persawahan untuk memotong tanaman padi yang dipanen. Combine yang turun ke areal persawahan itu menyebabkan tanah sawah berlumpur. Sehingga trak tor maupun hand traktor tidak bisa lagi menggarap sawah.

“Sebagian sawah tidak bisa lagi digarap karena faktor tanah. Tapi, dengan kita modifi kasi traktor boat, petani bisa tersenyum lagi karena boat traktor bisa membajak sawah dengan kondisi tanah sawah berlumpur,” ujarnya.

Ia menambahkan, perakitan traktor boat itu merupakan inovasinya. Hal itu guna memberikan contoh untuk memotivasi masyarakat. Abusyik giat melakukan inovasi karena terinspirasi dengan karakter orang Aceh dahulu, yang mampu membelikan dua pesawat untuk Indonesia. Dengan dua pesawat itu, kini bertambah banyak pesawat yang dibeli pemerintah.

“Saya sudah banyak melahirkan inovasi, mulai dari pupuk, tawarkan air dengan mengangkat lumpur, mengobati masyarakat, merakit traktor boat serta inovasi lainnya. Inovasi itu salah satu cara untuk memberikan harapan baru supaya masyarakat terus tersenyum,” pungkas Abusyik. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved