Internasional
PBB Peringatkan Perang Ukraina Ancam Perekonomian Global, Negara Miskin Makin Terpuruk
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan perang di Ukraina akan mengancam perekonomian global.
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan perang di Ukraina akan mengancam perekonomian global.
Dampaknya akan dirasakan langsung oleh negara-negara berkembang dan miskin yang menghadapi meroketnya harga makanan, bahan bakar dan pupuk.
Bahkan, saat ini sedang melihat keranjang roti mereka "dibom. ”
Seperti diketahui, Ukraina merupakan produsen gandum terbesar dunia, bahan pembuar roti dan makanan.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan kepada wartawan Rusia dan Ukraina mewakili lebih dari setengah pasokan minyak bunga matahari dunia dan sekitar 30 persen gandum dunia.
Baca juga: Perang Ukraina Makin Memperkuat Hubungan Rusia-China, Seimbangkan Kekuatan Amerika-Barat
Diansir AP, Selasa (15/3/2022), akibat perang, harga biji-bijian telah melampaui harga pada awal Musim Semi Arab dan kerusuhan pangan 2007-2008.
Dia mengatakan 45 negara Afrika dan negara kurang berkembang mengimpor setidaknya sepertiga gandum mereka dari Ukraina dan Rusia, dan 18 di antaranya mengimpor setidaknya 50%.
Negara-negara ini termasuk Mesir, Kongo, Burkina Faso, Lebanon, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman, katanya.
“Semua ini telah memukul negara paling miskin yang paling sulit menanam benih," ujarnya.
"Ketidakstabilan politik serta kerusuhan akan pecah di seluruh dunia, jika perang Ukraina tidak juga berakhir” Guterres memperingatkan.(*)
Baca juga: Polandia Sebut Rusia Sebagai Negara Teroris, Menargetkan Warga Sipil, Sekolah dan Ruma Sakit Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/0111sekjen-pbb-antonio-gutteres.jpg)