Serambi Awards 2022
Cetak Sawah Baru dan Perluas Tanaman Perkebunan
Pemkab Aceh Utara pada tahun 2016 dan 2017 berhasil mencetak sawah baru seluas 1.075 hektare.
SERAMBINEWS.COM - UNTUK meningkatkan produksi padi dan menambah pendapatan atau meningkatkan kesejahateraan petani, Pemkab Aceh Utara pada tahun 2016 dan 2017 berhasil mencetak sawah baru seluas 1.075 hektare (Ha). Arael sawah yang tersebar di 11 kecamatan itu merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI.
Namun, dalam dua tahun terakhir Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara terus memperbanyak saluran irigasi dan membangun sumur bor. Sehingga dalam durasi waktu yang sama sudah lebih dari 1.000 hektare areal sawah yang sudah dapat dialiri dengan air dari irigasi.
Program tersebut termasuk prioritas kepemimpinan Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib dan Wakil Bupati Fauzi Yusuf. “Sehingga, sekarang sawah tadah hujan makin berkurang di daerah kita,” ujar Kadis Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi MSi.
Selain itu, kata Erwandi, Pemkab Aceh Utara juga terus berupaya memperjuangkan agar semakin banyak petani di Aceh Utara yang mendapat Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seperti tahun sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan yang diperoleh Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara pada tahun 2021 dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk kategori pelaksana terbaik kegiatan AUTP.
Perluas tanaman perkebunan Pemkab Aceh Utara melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) sejak tiga tahun lalu juga mulai mengembangkan tanaman kelapa dalam. Program usulan Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib alias Cek Mad, ini langsung diterima oleh Pemerintah Pusat. Pada tahun 2019, Pemkab Aceh Utara mendapat bantuan bibit kelapa 26.000 batang dari Pemerintah Pusat. Bibit itu untuk ditanami padai lahan seluas 20 hektare di tiga kecamatan yaitu Banda Baro, Nisam, dan Kuta Makmur. Selain itu, petani juga diberikan bantuan berupa pupuk untuk mempercepat pertumbuhan kelapa.
Kemudian, Disbunnak Keswan juga sudah melakukan replanting (penanaman kembali) kelapa sawit seperti baru-baru ini di Cot Girek, Lhoksukon, Langkahan, Kuta Makmur, dan Geureudong Pase. “Lahan kelapa sawit di Aceh Utara mencapai 18.000 hektare lebih, yang sudah diremajakan 3.196 hektare dan sisanya akan ter us dilanjutkan,” ungkap Kepala Disbunnak Keswan Aceh Utara, Lilis Indriansyah MP.
Baca juga: Bangun Ribuan Rumah untuk Masyarakat Miskin
Kemudian, program intensifi kasi kelapa sawit 100 hektare dan pembangunan jalan produksi dalam areal sawit seluas 150 hektere, dengan dana yang bersumber dari Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). “Juga ada program menyekolahkan remaja putus sekolah gratis dari keluarga petani kelapa sawit, kemarin ada tiga pelajar,” ujar Lilis.
Kemudian, melakukan perawatan kakao masyarakat pola pendampingan untuk peningkatan produksi. Disbunnak menyediakan instruktur dan turun ke lapangan untuk mengajari masyarakat cara merawat tanaman kakao. “Ini kita lakukan karena tanaman kakao masyarakat seperti hutan kakao akibat tidak terawat,” timpalnya.
Kemudian, penanaman kopi sekitar 200 hektare di Sawang dan Langkahan. “Jadi, bibit kopi itu diberikan kepada masyarakat yang memiliki lahan, kemudian diberikan pupuk serta diajarkan cara menanam dan merawatnya,” pungkas Lilis Indriansyah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kelapa-disbunnak-keswan-aceh-utara-ir-lilis-indriansyah-mp-_-tbs-kelapa-sawit.jpg)