Breaking News:

Salam

Pemerintah Dinilai Gagal Terkait Minyak Goreng

Di tengah minimnya persediaan minyak goreng di pasaran, pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah

Editor: bakri
SERAMBINEWS/RIZWAN
Pedagang menjual minyak goreng curah di Pasar Simpang Peut, Nagan Raya. 

Di tengah minimnya persediaan minyak goreng di pasaran, pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah menjadi Rp 14 ribu per liter, dari semula Rp 11.500.

Kebijakan penaikan harga ini diiringi dengan “warning” dari berbagai kalangan yang meminta pemerintah menjamin stok minyak goreng kebutuhan masyarakat.

Sebelum ditetapkan HET terbaru, harga minyak goreng kemasan tembus hingga lebih dari Rp 20 ribu per liter, sementara minyak goreng curah di kisaran Rp 17 ribu per liter.

Situasi saat ini, beberapa daerah di Aceh, minyak goreng masih sulit diperoleh masyarakat.

Penyebab naiknya harga minyak goreng antara lain adanya kenaikan permintaan CPO untuk pemenuhan industri biodiesel seiring dengan penerapan kebijakan B30.

Faktor lainnya, yaitu gangguan logistik selama pandemi Covid 19, seperti berkurangnya jumlah kontainer dan kapal.

Minyak goreng curah paling banyak dipakai oleh masyarakat bawah dan UMKM.

Maka, ketika hargnya naik, UMKM dan masyarakat kelas bawah pasti sangat terpukul.

Apalagi, belakangan ini, kualitas minyak goreng curah yang beredar di pasaran, menurut para pedagang gorengan, kualitasnya sangat buruk.

Baca juga: Kapolres Pastikan Ketersediaan Minyak Goreng Cukup di Aceh Tengah

Baca juga: Minyak Goreng Kemasan Masih Langka di Nagan Raya, Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu per Liter

Dan, pemerintah diminta mengingatkan produsen agar memparbaiki kualitas minyak goreng curah.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved