Breaking News:

Salam

Pemerintah Dinilai Gagal Terkait Minyak Goreng

Di tengah minimnya persediaan minyak goreng di pasaran, pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah

Editor: bakri
SERAMBINEWS/RIZWAN
Pedagang menjual minyak goreng curah di Pasar Simpang Peut, Nagan Raya. 

Permendag Nomor 6 Tahun 2022 menjelaskan, minyak goreng curah adalah minyak goreng sawit yang dijual kepada konsumen dalam kondisi tidak dikemas dan tidak memiliki label atau merek.

Minyak goreng kemasan sederhana adalah minyak goreng sawit yang dikemas dengan kemasan lebih ekonomis.

Minyak goreng kemasan premium adalah minyak goreng sawit yang dikemas dengan kemasan selain kemasan sederhana.

Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Guntur Saragih, dapat memahami langkah pemerintah menaikkan harga minyak goreng.

Akan tetapi dia mengingatkan pemerintah bahwa berbagai kebijakan intervensi harga harus mempertimbangkan segala risiko.

Termasuk potensi penyimpangan penyimpangan yang bisa terjadi di pasar bebas.

Berbeda dengan KPPU, Sekretaris Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Agus Suyatno, mengatakan, penaikan harga itu menjadi "pil pahit" bagi konsumen karena pemerintah gagal dalam melaksanakan kebijakan minyak goreng yang terjangkau dari segi pasokan maupun harga.

Meski demikian Agus berharap langkah tersebut menjadi “jalan tengah” atas kelangkaan minyak goreng yang masih dirasakan masyarakat sekaligus para pedagang.

Dari keluhan masyarakat selama ini, Pemerintah diminta melakukan pengawasan lebih ketat dalam perdagangan minyak goreng ke depan.

Pasalnya, ada potensi disparitas harga minyak goreng yang jauh antara kemasan dan curah.

Menurut YLKI, pemerintah hanya mematok HET minyak goreng curah untuk melindungi masyarakat kecil dan usaha mikro yang membutuhkan.

Namun, tidak menutup kemungkinan konsumen minyak goreng kemasan yang notabene masyarakat menengah juga akan menggunakan minyak curah.

"Ini perlu diawasi lebih kuat dan betul.

” Konsumen juga diingatkan supaya memiliki kesadaran betul apakah termasuk yang membutuhkan minyak goreng curah atau bukan.

Intinya diisyarakat agar golongan mampu tidak “merebut” hak kalangan bawah.

Nah?!

Baca juga: Sejumlah Kapolres Mulai Sidak Minyak Goreng, Ingatkan Harga Sesuai HET

Baca juga: Pemerintah Sudah Bertemu Produsen Minyak Goreng, Jamin Stabilitas Harga & Ketersediaan di Masyarakat

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved