Serambi Awards 2022

Pidie Jaya Berdayakan Ekonomi Kombatan

PEMKAB Pidie Jaya  memiliki  komitmen dalam memberdayakan kelanjutan ekonomi rakyat di 222 gampong yang tersebar di delapan kecamatan.

Editor: IKL
DOK HUMAS PIDIE JAYA
FOTO BERSAMA - Bupati Pidie Jaya, H Aiyub Bin Abbas bersama Sekda, Ir Jailani Beuramat melakukan foto bersama dengan Dirjen PSP Kementan, Dr Ir M Ali Jamil dan Sekjend kementan, DR Kasdi Subagyono dalam upaya penyediaan lahan bagi eks kombatan 

Pemberian lahan 600 hektare untuk kedua kali yang kami lakukan  pada 2021 dan 2022 ini, merupakan bentuk komitmen saya bersama Said Mulyadi dalam memberdayakan perekonomian bagi 300 eks kombatan GAM secara berkelanjutan.H AIYUB BIN ABBASBupati Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM - PEMKAB Pidie Jaya di ta-ngan Bupati H Aiyub Bin Abbas  bersama  Wakil  Bupati, Dr H Said Mul-yadi  SE  MSi  memiliki  komitmen dalam memberdayakan kelanjutan ekonomi rakyat di 222 gampong yang tersebar di delapan kecamatan.

Sebagai  komitmen,  pasangan  yang dikenal ASLI alias Aiyub Abbas-Said Mulyadi tetap konsisten mem-perhatikan nasib 1.976 kombatan di kabupaten tersebut. Abuwa sa-paan akrab Aiyub Bin Abbas pada tahun 2021 dan 2022 ini, kembali  mengalokasikan lahan seluas 600 hektare di lima kecamatan seba-gai  lahan  khusus  pemberdayaan  ekonomi bagi korban konfl ik.

Lahan tersebut tersebar di Keca-matan Meurah Dua persisnya di di-perbukitan Lhok Sandeng. Lalu, Ban-dar Dua terletak di perbukitan Lhok Gop,  Kumba,  Cot  Keeng  dan  Blang  Miro. Lalu, Trienggadeng dipusatkan di  Panton  Raya  Tampui.  Meureudu  di  perbukitan  Meunasah  Meulieng,  Panton  Kubu,  dan  Pante  Rimueng.  Terakhir, di Bandar Baru yaitu di per-bukitan Cubo dan Jimjiem.

Sebagaimana diketahui, sebe-lumnya Pemkab Pijay pada medio 2019 lalu sudah menyerahkan ser-tifkat 200 hektare tanah bagi 100 eks kombatan Gerakan Aceh Mer-deka (GAM). Di mana lokasinya di perbukitan Gampong Abah Lueng, Kecamatan Bandar Baru.

“Pemberian  lahan  600  hektare  untuk kedua kali yang kami lakukan  pada 2021 dan 2022 ini, merupakan bentuk  komitmen  saya  bersama  Said  Mulyadi  dalam  memberda-yakan perekonomian bagi 300 eks kombatan GAM secara berkelanjut-an,” sebut Aiyub Bin Abbas.

Kini, Pidie Jaya menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Aceh sejak  2019  yang  mampu  meng-implementasikan butir-butir MoU Helsinki,  yaitu  setiap  kombatan  GAM berhak diberikan tanah dua hektare  tanah  beserta  tempat  tinggal.  Apalagi,  komitmen  ini  merupakan panggilan nuraninya.

“Hal ini mengingat saya selaku elite GAM yaitu mantan Kapolda GAM wilayah Pidie. Saat ini saya menjabat  sebagai  Bupati  Pijay,  maka  wajib  berupaya  maksimal  dalam memberdayakan ekonomi para pejuang GAM supaya bisa hi-dup sejahtera,” jelasnya.Bahkan, sejak 2017 lalu, Pem-kab juga sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 2.289.291.000 untuk  penyediaan  lahan,  clea-ring serta penyediaan bibit ka-kao. Pada tahun 2021 dan 2022 ini, Pemkab juga memplot dana APBK sebesar Rp 5 miliar untuk penyediaan  dan  pembersihan,  serta bibit sawit untuk 600 hek-tare lahan.

Keputusan  Aiyub  Abbas-Said  Mulyadi membuahkan hasil. 200 dari 800 hektare lahan yang di-sediakan  Pemkab,  kini  sudah  berproduksi serai wangi. Sehing-ga  ke  depan  ditargetkan  men-jadi  sentra  penghasil  tanaman  perekonomian bagi masyarakat. Suksesnya program ini tak lepas dari dukungan Corporate Social Responsibility  (CRS)  Bank  Aceh  Syariah Cabang Meureudu.

“Saya yakin dengan tekad bersa-ma ini lima atau tujuh tahun ke de-pan, Pijay akan menjadi sentra pro-duksi kelapa sawit. Selain itu menjadi bagian dari kabupaten lain sebagai penyangga penghasil minyak goreng atau  Crude  Palm  Oil  (CPO)  dalam  menutupi permintaan pasar global,” tutup Aiyub Abbas.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved