Breaking News:

Berita Aceh Barat

Begini Nasib Ratusan Karyawan PT Mopoli Paska PHK

Sebagian karyawan PT Mopoli kini beralih menjadi pendulang emas, tukang bangunan, dan sebagian bekerja di kebun sawit warga di Aceh Barat.

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Zulfahri, Ketua FSPMI Aceh Barat. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh  Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Kehilangan pekerjaan sebuah persoalan baru terhadap para karyawan untuk memulai kembali pekerjaan-pekerjaan yang bisa memperoleh pendapatan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari yang wajib dilakukan oleh setiap kepala keluarga.

Begitu juga dengan nasib ratusan para karyawan PT Mopoli Pasca Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), para karyawan harus berjuang untuk tetap memenuhi kebutuhan rumah tangga masing-masing, dimana sebagian dari karyawan beralih seperti mendulang emas, sebagai tukang bangunan, dan sebagian bekerja di kebun sawit warga di Aceh Barat.

“Sebagian karyawan PT Mopoli yang sudah di PHK telah pulang kampung yang berasal dari luar kabupaten Aceh, sebagian mendulang emas, sebagian juga ada yang bekerja di kebun sawit warga untuk bisa bertahan hidup,” ungkap Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Aceh Barat, Zulfahri kepada Serambinews.com, Minggu (20/3/2022).

Disebutkan, jumlah karyawan yang mencapai 218 orang terkena PHK akibat perusahaan pailit, menyebabkan masyarakat banyak kehilangan pekerjaanya yang saat ini juga mereka belum bisa memperoleh hak mereka dari perusahaan seperti uang pesangon.

Menyangkut dengan hak karyawan pihaknya menyebutkan, perjuangan panjang telah dilakukan bersama guna memperoleh hak-hak karyawan yang belum dipenuhi akibat PHK tersebut.

Ia menambahkan, bahwa saat ini sebanyak 201 karyawan telah dimintai kelengkapan administrasi dari pihak Kurator yang merupakan Balai Harta Peninggalan atau orang perseorangan yang diangkat oleh Pengadilan untuk mengurus dan membereskan harta Debitor Pailit di bawah pengawasan Hakim Pengawas sesuai dengan Undang-Undang.

Sementara selebihnya yang terdiri dari asisten dan bagian staf lainnya di data langsung oleh pihak manajemen pailit PT Mopoli Raya untuk mendapatkan hak mereka.

“Semoga dengan adanya pendapatan administrasi yang sudah dilakukan oleh pihak kurator dan manajemen pailit ini, kita harapkan hak para karyawan bisa terpenuhi nantinya,” harap Zulfahri.

Dikatakannya, hak karyawan yang diharapkan seperti uang pesangon akibat pemecatan tersebut tentunya akan sangat berguna untuk kami yang sudah di PHK tersebut, sebab dengan adanya pesangon tentu bisa dijadikan modal usaha, karena tidak ada pekerjaan lagi.(*)

Baca juga: PT Mopoli Raya Pailit, Seluruh Karyawan Terpaksa di-PHK, 218 Orang Belum Terima Pesangon

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved