Rabu, 3 Juni 2026

Berita Luar Negeri

Dunia Diambang Krisis Pangan Akibat Perang Rusia-Ukraina

Harga Gandung dan biji-bijian lainnya melonjak sejak serangan Rusia ke Ukraina

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
AFP/Sergey BOBOK
Asap hitam membumbung tinggi dari pasar Barabashovo, salah satu pasar terbesar di Eropa Timur seluas 75 hektare seusai terkena serangan udara Rusia di Kharkiv, Ukraina, Kamis (17/3/2022). 

Dunia Diambang Krisis Pangan Akibat Perang Rusia-Ukraina 

SERAMBINEWS.COM - Perang Rusia - Ukraina makin terasa dampak ke seluruh dunia.

Apalagi perang Rusia - Ukraina masih berlarut tak kunjung selesai membuat perekonomian global terganggu.

Dampak yang bakal dirasakan adalah dunia diambang krisis pangan akibat perang kedua negara tersebut.

Harga Gandung dan biji-bijian lainnya melonjak sejak serangan Rusia ke Ukraina.

Hal ini memunculkan kekhawatiran terjadinya krisis pasokan pangan yang membuat harga pangan global melonjak dan memicu kerawanan pangan di seluruh dunia.

Hal ini terjadi karena Rusia dan Ukraina adalah dua negara produsen utama gandum dunia.

Baca juga: Kepulangan Mahasiswa Aceh dari Ukraina Disambut Haru Keluarga, Situasi Mencekam Saat Invasi Rusia

Dua negara termasuk pengekspor gandum dan sereal lainnya ke seluruh dunia.

Baik Rusia maupun Ukraina sama-sama masih memiliki hasil panen dari tahun lalu yang siap untuk diekspor. 

 Namun dengan kondisi perang saat ini, proses ekspor tersebut sulit dilakukan.

Apalagi produk Rusia juga semakin sulit dijangkau karena sanksi Barat.

"Sementara Ukraina tidak dapat dijangkau, Rusia tidak dapat disentuh," ujar Michael Magdovitz dari Rabobank seperti dikutip dari MoneyWeek, Sabtu (19/3).

Ia mengingatkan perang berkepanjangan dua negara bertetangga tersebut akan menimbulkan gangguan pasokan pangan dunia.

Baca juga: Roket Rusia Gempur 200 Tentara Ukraina yang Tidur di Barak Militer Mykolaiv, 50 Orang Tewas

Sebagai dampak dari kondisi ini, negara-negara termasuk Hungaria, Turki, Aljazair, Argentina, dan Indonesia telah memberlakukan larangan total atau sebagian terhadap ekspor biji-bijian atau makanan lainnya.   

Ini merupakan tanda-tanda pertama, para analis memperkirakan, akan beralih ke nasionalisme pangan yang lebih besar. 

Beberapa orang berpikir kejutan pasokan gandum akan memicu lonjakan harga, kekurangan dan bahkan kerusuhan sosial di negara-negara yang sangat bergantung pada impor dari Ukraina dan Rusia – terutama di Timur Tengah dan Afrika utara.

Seberapa penting kedua negara itu?

Rusia dan Ukraina adalah dua produsen dan pengekspor komoditas pertanian terpenting di dunia – terutama tanaman sereal, termasuk jelai, gandum, dan jagung.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram Minggu (20 Maret 2022)

Secara keseluruhan, kedua negara mengekspor 12% dari kalori makanan yang diperdagangkan di seluruh dunia. 

Dalam lima tahun hingga 2020-2021, kedua negara menyumbang 19% dari produksi jelai global, dengan Ukraina dan Rusia masing-masing menjadi eksportir nomor dua dan tiga dunia. 

Ketika datang ke gandum (dan meslin), kepentingan mereka bahkan lebih besar (meslin adalah campuran gandum dan gandum hitam yang ditaburkan dan dipanen bersama; untuk tujuan statistik perdagangan biasanya diklasifikasikan dengan gandum.)

Baca juga: Link Live Streaming MotoGP Mandalika 20202, Saksikan GP Indonesia Pukul 14.00 WIB

Di pasar di mana tujuh eksportir teratas digabungkan menyumbang 79% dari perdagangan internasional pada tahun 2021, Rusia adalah yang terbesar dari semuanya, menyumbang 18% dari pengiriman gandum global (32,9 juta ton).

Ukraina adalah eksportir terbesar kelima, dengan 10% pangsa pasar global (20 juta ton). 

Ukraina juga merupakan pengekspor minyak bunga matahari terbesar di dunia, diikuti oleh Rusia, dengan keduanya menyumbang pangsa dominan gabungan sebesar 64%.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Perang Rusia-Ukraina Berlarut, Krisis Pangan Dunia Sudah di Depan Mata

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved