Breaking News:

Berita Pidie

Tangse akan Kembangkan Padi Organik, Dukung Program Geupeuaman

Petani di Kecamatan Tangse, Pidie akan mengembangkan puluhan hektare tanaman padi tanpa menggunakan pestisida

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah panen padi di Kecamatan Mutiara Timur. 

SIGLI - Petani di Kecamatan Tangse, Pidie akan mengembangkan puluhan hektare tanaman padi tanpa menggunakan pestisida atau padi organik.

Lokasi budidaya tanaman padi ini di areal persawahan Gampong Bengga, Kecamatan Tangse dengan sumber APBA tahun 2022.

"Saat ini masih dalam identifikasi tanah untuk tanaman padi organik.

Tahun 2022 dilaksanakan penanaman," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir Cut Huzaimah MP didampingi Kadistanpang Pidie, Hasballah SP MM kepada Serambi, Sabtu (19/3/2022).

Ia menjelaskan, penanaman tanaman padi organik atau bio fortifikasi merupakan perdana dilakukan di Pidie sebagai pilot project.

Padi ini diharapkan bisa dipasarkan ke restoran yang mulai melirik beras tanpa menggunakan bahan kimia.

Di sana, Pemerintah Aceh melalui Distanbun Aceh juga terus fokus mengembangkan tanaman padi di Pidie yang dibuktikan dengan besarnya bantuan yang diberikan.

Seperti pengembangan padi IP 300 seluas 300 hektare dan padi inbrida TP seluas 1.000 hektare.

Kadistanbun Aceh Cut Huzaimah bersama Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, kemarin, juga melakukan panen padi perdana program gerakan peningkatan produktifitas lahan sawah pratanam (Geupeuaman) di Gampong Dayah Adan, Kecamatan Mutiara Timur.

Baca juga: Petani Aceh Tamiang Semakin Minati Padi Organik

Baca juga: BI Aceh Panen Padi Organik,  Hasilkan 10,6 Ton/Hektare

Pidie merupakan kabupaten pertama di Aceh yang menggalakkan program Geupeuaman dengan luas area tanam 200 hektare dan hasil dalam setiap hektare mencapai 9 ton gabah.

Gagasan ini lahir setelah melihat kualitas lahan yang semakin memburuk sehingga perlu dilakukan inovasi.

"Seperti karakteristik lahan yang rentan terhadap erosi dan pemiskinan hara, degradasi atau penurunan kualitas lahan.

Karena manusia yang tidak melakukan sistem pengelolaan lahan secara tepat," ujar Kadistanbun Aceh Cut Huzaimah Ia menambahkan, program Geupeuaman akan diterapkan di semua kabupaten/ kota untuk mendorong sekaligus mengubah perilaku petani supaya membiasakan diri melakukan pemanfaatan sumber daya alam untuk meningkatkan produktifitas lahan sawah sebelum tanam.

Langkah itu dilakukan sebagai usaha meningkatkan produksi dan produktifitas padi dan secara perlahan mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud kepada Serambi, kemarin, menyatakan sangat mendukung program Geupeuaman yang dipusatkan di Gampong Dayah Adan, Kecamatan Mutiara Timur.

Menurutnya, program itu untuk memposisikan dunia pertanian sebagai sektor andalan sehingga diperlukan inovasi teknologi yang tepat guna untuk memacu peningkatan produksi dan kualitas produk pertanian yang berdaya saing.

"Saya mengajak seluruh masyarakat di Pidie untuk mengembangkan ilmu yang dimiliki, sekaligus mengadakan pertemuan dengan penyuluh dan pengurus kelompok tani untuk meningkatkan kualitas hasil produksi tani," kata Fadhlullah.

Keberhasilan pelaksanaan program Geupeuaman tidak terlepas dari kerja sama dengan SMK Pertanian Saree yang telah menemukan bahan untuk menetralkan kembali kondisi lahan sawah yang sebelumnya mengandung bahan kimia.

"Saya rasa pola penanaman padi semacam ini perlu diterapkan agar petani di Pidie tidak lagi ketergantungan dengan bahan kimia sehingga merusak unsur hara tanah," tutup Wabup Pidie Fadhlullah.(naz/c43)

Baca juga: Aceh Tamiang Siapkan 500 Ha untuk Kembangkan Padi Organik

Baca juga: Aceh Tamiang Berhasil Kembangkan Padi Organik, Diklaim yang Pertama di Aceh, Ini Perbandingan Hasil

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved