Video

VIDEO Pengusaha Kerupuk Keluhkan Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Tepung

Rumah produksi kerupuk ini biasanya menghabiskan 5 drum minyak goreng, sekarang hanya menghabiskan 2 drum minyak goreng.

Penulis: Bagus Setiawan | Editor: Yuhendra Saputra

Laporan Bagus Setiawan | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Dampak dari kenaikan harga minyak goreng terus di keluhkan oleh masyarakat, tidak hanya masyarakat biasa tetapi juga pengusaha, salah satunya usaha kerupuk.

Sajum, pemilik usaha kerupuk yang berasa di desa Nunang Antara, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah menuturkan jika kenaikan barang kebutuhan produksi sangat dirasakan dampaknya.

Rumah produksi kerupuk ini biasanya menghabiskan 5 drum minyak goreng, sekarang hanya menghabiskan 2 drum minyak goreng.

Kenaikan dalam seminggu terakhir menyebabkan pengurangan penggunaan bahan baku, sebelumnya ia mendapatkan 1 drum minyak goreng dengan harga Rp. 110 ribu per drum kemudian naik menjadi Rp. 140 ribu per drum dan seminggu terakhir menyentuh harga Rp. 180 per drumnya.

Untuk kenaikan harga tepung biasanya ia membeli dengan harga Rp. 140 ribu per sak sekarang naik menjadi Rp. 225 ribu per sak.

Kenaikan harga ini membuat omzet pun menipis karena rumah usaha kerupuk ini tidak menaikan atau mengurangi ukuran kerupuk yang di pasarkan.

Dalam sehari biasanya rumah usaha kerupuk ini memproduksi hingga 93 kilogram adonan yang menghasilkan hingga 200 bungkus kerupuk, yang penjualannya mencakup daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah.(*)

Baca juga: Sekda Aceh Pakai Baju Kerawang Gayo Karya Siswi SMKN 1 Takengon, Saat Jemput Wamenkes di Bandara SIM

Baca juga: Gadis di Takengon Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Leher Dililit Kain Sarung dan Gorden

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved