Muktamar IDI XXXI
Sekda Promosi Kuliner dan Suvenir Aceh ke Peserta Muktamar IDI
Secara tidak langsung, Sekda Aceh, pada pagi hari pukul 08.30 WIB, sudah mendapat informasi berbagai hal kegiatan yang terjadi di daerah, dari sapaann
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Promosi kuliner dan suvenir Aceh yang dilakukan Sekda Aceh, dr Taqwallah M.Kes, usai acara zikir dan doa bersama, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur, pada Jumat (25/3/2022) mendapat respons yang tinggi dari peserta Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) XXXI yang turut serta hadir dalam acara zikir dan doa bersama.
Sekda Aceh sengaja mengajak perwakilan peserta Muktamar IDI ke XXXI untuk berzikir dan berdoa bersama ingin menunjukkan kepada para peserta Muktamar IDI, dalam masa pandemi covid 19, untuk mencegah covid 19, selain melaksanakan program pencegahan dan vaksinasi, setiap pagi sebelum masuk jam kerja, Pemerintah Aceh bersama Kepala SKPA melakukan zikir bersama, mulai pukul 08.00 – 09.00 WIB.
• Muktamar IDI Dibuka, Diikuti 1.500 Dokter dari 34 Provinsi
Usai acara zikir dan doa bersama, Sekda Aceh itu menyapa Kepala Sekolah, para guru dan siswa SMA, SMK dan SLB serta pegawai UPTD dan SKPA Lingkup Pemerintah Aceh yang mengikuti acara zikir dan doa bersama secara online.
Sapaan yang disampaikan Sekda Aceh Taqwallah, antara lain tentang realisasi pelaksanaan kegiatan vaksin dosis I dan II, di sekolah, UPTD dan SKPA Lingkup Pemerintah Aceh. Kemudian pelaksanaan donor darah di masing-masing SKPA, dan hal lain yang terkait masalah pelaksanaan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, agama dan lainnya yang sedang berkembang di tengah masyarakat di daerah.
• Manfaatkan Muktamar IDI XXXI di Aceh, Disbudpar Gencarkan Promosi Wisata, TransK Ikut Dihias
Secara tidak langsung, Sekda Aceh, pada pagi hari pukul 08.30 WIB, sudah mendapat informasi berbagai hal kegiatan yang terjadi di daerah, dari sapaannya usai pelaksanaan kegiatan zikir dan doa bersama.
Para peserta Muktamar IDI ke XXXI, yang mendengar sapaan Sekda Aceh ke berbagai sekolah dan SKPA di Lingkup Pemerintahan Aceh, yang diselingi dengan canda khas Sekda Aceh itu, membuat peserta Muktamar IDI sebanyak 34 orang dari 1.600 orang peserta Muktamar yang hadir ke Aceh, dari 34 Provinsi, jadi gembira dan senang, tertawa terbahak-bahak yang, diikuti tepuk tangan bersama.
Salah satu candaan Sekda Aceh, yang membuat peserta Muktamar IDI tertawa terbahak-bahak karena lucu, adalah peserta Muktamar IDI yang sudah membeli berbagai suvenir atau kerajinan tangan khas Aceh kami ucapkan terima kasih. Tapi bila ada yang membeli suvenir “Pintu Aceh“ yang terbuat dari mas, jangan sekali-kali memberikannya kembali untuk kaum perempuan di Aceh, karena hal itu akan diartikan sebagai pinangan dan yang sudah beristri bisa berbahaya. Mendengar ucapan Sekda Aceh itu, para peserta Muktamar IDI yang ikut acara zikir dan doa bersama, jadi tertawa terbahak-bahak, yang disertai tepuk tangan bersama.
Di Aceh, kata Taqwallah, kulinernya cukup banyak dan namanya bermacam-macam, mulai dari ayam tangkap, ayam lepas, ayam penyet, sampai ayam pramugari juga di Aceh ada. Pada saat Sekda Aceh mengatakan ayam Pramugari, peserta Mukhamar IDI yang hadir juga tertawa dan bertanya, dimana beda masing-masing rasa jenis kuliner ayam itu Pak Sekda?
Sekda Aceh Taqwallah menjawab, yang bisa membedakannya, kalau sudah merasakannya, kalau belum dan ingin tahu bedanya, tolong dirasakan semuanya dulu, sebelum pulang ke daerahnya masing-masing, baru tahu bedanya, satu-satu.
“Setelah tahu bedanya, pasti anda akan kembali ke Aceh untuk mencari masakan ayam tersebut bersama keluarga dan kerabatnya untuk menikmatinya kembali,” ujar Taqwallah sambil tertawa lebar.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Pusat, dr Selamet Budiarto yang hadir dalam acara zikir dan doa bersama mengatakan, Muktamar IDI ke XXXI di Banda Aceh, memberikan pengalaman dan kesan yang istimewa dan khusus.
"Sejak awal kami hadir di Aceh, sudah disambut hangat dari kalangan pejabat Pemerintah Aceh dan Panitia Muktamar IDI lokalnya. Yang datang menyambut kami, bukan hanya dari kalangan dokter, tapi juga Pemerintah Aceh dan masyarakatnya, sangat ramah dan santun. Aceh ternyata memiliki beragam budaya dan kuliner yang sangat banyak, destinasi wisata yang sangat beragam, indah dan cantik serta menyenangkan. Saya juga yakin, teman-teman peserta Muktamar IDI dari 34 provinsi lainnya yang hadir di Lokasi Muktamar IDI ke XXXI di Aceh, merasakan kekhususan, keistimewaan dan kesenangan, dalam menikmati hidangan kuliner khas Aceh bersama suvenirnya. Yang menyenangkan hati kami, kata Selamat Budiarto, adat Aceh yang memuliakan tamu itu, membuat kami jadi bahagia, bahwa orang di Aceh juga ramah dan santun, bukan hanya orang di Pulau Jawa dan Bali," ujarnya.
Peserta Muktamar IDI lainnya dari Riau dr Zul Asdi SpB, MKes, MH mengatakan, "Kami dari Riau ke Aceh menggunakan jalan darat. Sebelum masuk ke Aceh, rasa takut itu ada, dan teringat konflik Aceh. Tapi sesampainya di Kota Idi Aceh Timur, rasa takut kami itu tiba-tiba hilang. Apalagi setelah berada di Kota Idi Rayeuk, Aceh Timur, kami katakan di Aceh ada juga Kota Idi. Penduduknya sangat ramah dan memuliakan tamu, yang datang dari luar Aceh. Jalan-jalan di Aceh banyak yang bagus dan lebar-lebar, pemandangan lokasi wisatanya juga bagus-bagus, banyak yang menarik. Kulinernya beragam sangat nikmat untuk dinikmati. Seperti kata Pak Sekda Aceh, menu makanan ayamnya saja bermacam-macam, sangat berbeda dengan menu ayam di daerah lain, sampai kuliner ayam pramugari juga ada di Aceh. Itu yang membuat kami jadi terkejut, senang dan sudah merasakannya, rasanya memang enak sekali ayam pramugari itu,” ujar dr Zul Asdi SpB, MKes, MH.
Peserta Muktamar Idi dari Yogyakarta, dr Joko Murdiyanto SpAn, MPH FisQua mengatakan, "Sambutan dari Pemerintah Aceh dan masyarakat, membuat kami jadi kagum dan gembira serta bahagia. Baru kali ini kegiatan Muktamar IDI yang kami hadiri, ada unsur pemerintah yang turut menyambut dan mengalungkan bunga kepada setiap peserta Muktamar IDI. Sebelumnya, hanya dari kalangan panitia Muktamar Lokal dan para dokter saja yang menyambutnya. Apakah dalam Muktamar ke XXXII nanti, yang direncanakan di Makassar atau Denpasar, sambutan peserta Muktamarnya seperti di Aceh? Karena sudah 31 kali Muktamar IDI, yang kami ikuti baru kali ini, sambutannya meriah, tidak hanya itu, masyarakatnya juga ramah. Tapi dalam setiap makan siang, dihidangkan kuliner khas Aceh, yang rasanya enak dan sangat beda dengan kuliner Muktamar sebelumnya," paparnya.
“Kami puas dengan layanan Panitia dan Pemerintah Aceh, serta akan kembali lagi ke Aceh dan ke Sabang untuk berwisata dan berlibur bersama keluarga, karena sambutan masyarakatnya sangat berkesan,” ujar peserta dari IDI Yogyakarta itu menambahkan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wisata-7e733.jpg)