Internasional
Sekjen NATO Tegaskan Serangan Senjata Nuklir dan Kimia Akan Ubah Perang Ukraina
Sekjen NATO Jens Stoltenberg, Jumat (25/3/2022) menegaskan setiap penggunaan senjata kimia dan nuklir akan benar-benar mengubah sifat perang Ukraina.
SERAMBINEWS.COM, KOPENHAGEN - Sekjen NATO Jens Stoltenberg, Jumat (25/3/2022) menegaskan setiap penggunaan senjata kimia dan nuklir akan benar-benar mengubah sifat perang Ukraina.
Dia mengatakan hal itu benar-benar tidak dapat diterima dengan akal sehat, tetapi tidak merincikan, apakah akan menjadi Perang Dunia III.
Stoltenberg berbicara selama kunjungan ke latihan Respon Dingin yang telah lama direncanakan di negara asalnya, Norwegia.
Dia menyebut perang Rusia di Ukraina sebagai momen penting untuk terus diamati dan dipantau.
Baca juga: Presiden Ukraina Terus Berkoar-Koar Cari Dukungan, AS dan NATO Bakal Terlibat, PD III Terancam Pecah
Latihan yang berlangsung di tenggara, tengah dan utara Norwegia itu melibatkan 30.000 tentara dari 27 negara.
Anggota non-NATO Finlandia dan Swedia juga berpartisipasi.
Latihan dimulai 14 Maret dan berakhir 1 April 2022 mendatang.
Latihan Cold Response pertama diadakan pada tahun 2006. Latihan ini dilakukan setiap dua tahun sekali.(*(
Baca juga: Anggota Parlemen Ukraina Tuduh NATO Dukung Invasi Rusia, Tidak Bantu Secara Fisik, Hanya Kata-Kata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sekjen-NATO-Jens-Stoltenberg-9.jpg)