Internasional
Ukraina Minta Joe Biden Cabut Sanksi ke Roman Abramovich, Bisa Menjadi Kunci Berakhirnya Perang
Presiden Ukraina secara pribadi mengimbau Presiden AS Joe Biden untuk mencabut sanksi kepada Roman Abramovich.
SERAMBINEWS.COM, KIEV - Presiden Ukraina secara pribadi mengimbau Presiden AS Joe Biden untuk mencabut sanksi kepada Roman Abramovich.
Dia mengatakan miliarder Rusia itu dapat bertindak sebagai perantara dalam pembicaraan damai dengan Rusia.
Namun, Departemen Keuangan AS akan mengumumkan pembekuan aset pemilik Klub Sepak Bola Chelsea bersama-sama dengan Inggris dan Uni Eropa pada awal bulan April 2022.
Hal itu terjadi, ketika Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih tiba-tiba berubah arah.
Volodymyr Zelensky dilaporkan oleh The Wall Street Journal pada Kamis (24/3/2022) telah meminta presiden AS untuk menunda sanksi ke Abramovic.
Dia percaya oligarki Rusia itu yang menjadi sekutu kuta Kremlin mungkin terbukti penting sebagai kunci perdamaian.
Baca juga: Para Pemuda Ukraina di Lviv Beli Senjata dan Berlatih Menembak, Toko Senjata Kehabisan Stok
Awal Maret 2022 ini , Abramovich membekukan semua asetnya di Inggris.
Sedangkan AS terus menargetkan oligarki kaya dengan sekutu Baratnya dalam upaya meningkatkan tekanan pada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurut data penerbangan publik, jet pribadi Abramovich telah melakukan perjalanan antara Rusia, Turki dan Israel dalam beberapa pekan terakhir ini.
Oligarki, yang juga memegang kewarganegaraan Israel dan Portugis, merasa posisinya di komunitas bisnis Rusia akan membantu mempengaruhi negosiasi antara kedua negara yang bertikai.
Sseseorang yang dekat dengan Abramovic mengatakan kepada The Wall Street Journal.
"Untuk negosiasi, dan demi keberhasilan mereka, tidak ada gunanya mengomentari proses, atau keterlibatan Abramovich," kata juru bicara Abramovich dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Puluhan Anak Yatim-Piatu Ukraina dan Pengasuh Terbang ke Inggris dari Polandia
“Seperti yang dinyatakan sebelumnya, berdasarkan permintaan, termasuk dari organisasi Yahudi di Ukraina, dia telah melakukan semua yang dia bisa untuk memulihkan perdamaian sesegera mungkin,” ujarnya.
Namun, para pejabat AS mengatakan tidak memiliki alasan untuk percaya, Abramovich telah membantu pembicaraan antara pemerintah Ukraina dan Rusia.
Penilaian intelijen AS, pada kenyataannya menyarankan sebaliknya.
Itu terjadi ketika AS, untuk pertama kalinya, mengatakan Moskow telah melakukan kejahatan perang selama invasi selama sebulan ke Ukraina.(*)
Baca juga: Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (XIV) - Hikayat ‘Putin Kecil’ dari Chechnya, Ramzan Kadyrov
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/taipan-rusia-pemilik-chelsea-roman-abramovich.jpg)