Breaking News:

Berita Aceh Utara

Dosen IAIN Lhokseumawe & Penerimaan Beasiswa Doktor Silaturahmi dengan Dubes RI di Inggris 

Kedatangan Sufri Eka Bhakti bersama tiga perwakilan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Kemenag RI itu untuk bersilaturahmi,

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nur Nihayati
Kiriman Sufri
Dosen IAIN Lhokseumawe bersama mahasiswa penerima beasiswa 5000 doktor silaturahmi ke Dubes RI untuk Inggris Raya dan Irlandia, Desra Percaya (tengah).Kiriman Sufri 

Kedatangan Sufri Eka Bhakti bersama tiga perwakilan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Kemenag RI itu untuk bersilaturahmi,

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE- Dosen IAIN Lhokseumawe bersama perwakilan awardee MoRA 5000 Doktor (penerima beasiswa Kemenag RI), Kamis (24/3/2022) bersilaturahmi dengan Duta Besar ( Dubes) RI untuk wilayah United Kingdom (UK) dan Irlandia, Desra Percaya, di kantor Kedubes RI di Great Peter Street Nomor 30 London. 

Kedatangan Sufri Eka Bhakti bersama tiga perwakilan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Kemenag RI itu untuk bersilaturahmi, juga persiapan kegiatan di masjid selama Ramadhan. 

Eka sekarang kuliah di Kampus University of Kent di Inggris. 

Sedangkan Tiga mahasiswa Indonesia lainnya di Inggris Eko Nur Cahyo (mahasiswa di Kampus Coventry University), kemudian Abbas (di Kampus Universitas Loughborough) dan Royyan R Djayusman (Mahasiswa di Kampus Universitas London). 

Dalam pertemuan tersebut, Desra Percaya, berpesan kepada mahasiswa penerima beasiswa untuk menyelesaikan studi dengan baik, karena itu adalah amanah negara. 

Baca juga: AHM Pasarkan CBR1000RR-R Fireblade SP

Baca juga: Aceh Direncanakan Buka Umrah dengan Kapal Pesiar

“Jangan pulang hanya bawa ijazah, namun bawalah portofolio,” ujar Desra Percaya. 

Menurut Desra, setelah selesai studi, mahasiswa harus mencari tambahan pengalaman sebagai akademisi selama 2 tahun, untuk meningkatkan kompetensi. Ada skema yang dapat diakses. 

Cari hal positif yang banyak dan dapat dibawa serta diterapkan di tanah air, seperti cara berpikir yang jernih dan sistematis. 

“UK (United Kingdom), adalah tempat yang menarik untuk mempelajari dan merepresentasikan Islam, karena streotype, labelling dan Islampobhia, terjadi di Barat, dan bukan di negara mayoritas Muslim,” kata Desra. 

Karena itu kata Desra, hal tersebut menjadi keunggulan sekaligus kesempatan bagi teman-teman yang studi di UK.  

Selain itu, UK juga memiliki historis hubungan dengan Islam, sehingga mereka punya pengalaman panjang berinteraksi dengan negara-negara Islam, termasuk negara yang pernah mereka jajah. 

Hal ini menyebabkan mereka tidak terlalu asing dengan Islam dan Muslim. Berbeda dengan negara Amerika yang tidak memiliki pengalaman historis bersinggungan dengan Islam secara langsung. Sehingga, tingkat Islamphobia lebih tinggi.

“Tingkatkan perhatian anda kepada Ibu, orang tua anda. Sempatkan menelepon secara rutin, meskipun mereka tidak meminta diperhatikan,” pesan Desra. 

Namun, mumpung masih ada kesempatan, maka maksimalkanlah perhatiaan anda kepada orang tua, khususnya Ibu. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.(*) 

Baca juga: Ramadhan Kali Ini, Pelajar di Lhokseumawe Tetap Bersekolah, Ini Jadwal Lengkapnya 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved