Breaking News:

Berita Abdya

YARA Sebut Ada Mantan Napi Lolos Jadi Keuchik di Abdya, DPRK Dukung Usulan RDP 

Pemkab, tukasnya, jangan lepas tangan dan lempar handuk terkait adanya persoalan yang timbul pasca terjadi pemilihan.

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menerima laporan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Pemilihan Keuchik Secara Langsung (Pilchiksung) 2022. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Aceh Barat Daya ( YARA Abdya) menemukan adanya calon keuchik terpilih pada pelaksanaan Pemilihan Keuchik Secara Langsung ( Pilchiksung) 2022 yang berstatus mantan narapidana (napi). 

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya) bertanggung jawab atas sengketa kecurangan yang terjadi di beberapa gampong setelah pemilihan,” ujar Ketua YARA Perwakilan Abdya, Suhaimi, SH.

Pemkab, tukasnya, jangan lepas tangan dan lempar handuk terkait adanya persoalan yang timbul pasca terjadi pemilihan.

Tapi sebaliknya, pemerintah harus punya solusi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam masyarakat.

“Jadi, pengaduan yang diterima oleh YARA Abdya ada tujuh gampong. Pertama, Gampong Tokoh II, Kecamatan Lembah Sabil, lalu Gampong Ladang Tuha I, Kecamatan Lembah Sabil,” ungkapnya.

Selanjutnya, tambah dia, Gampong  Pante Cermin, Kecamatan Manggeng, Gampong Blangdalam, Kecamatan Susoh, serta Gampong Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie.

Baca juga: UPDATE INFO Calon Keuchik Pilchiksung 2022 Abdya Laporkan Kecurangan Pemilihan

Seterusnya, Gampong Geulanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, dan Desa Rukun Damai, Kecamatan Babahrot.

“Itu laporan yang masuk, tapi ada juga kita menemukan beberapa gampong di Kecamatan Blangpidie dan Susoh, keuchik yang terpilih mantan narapidana, sehingga P2K harus bertanggung jawab karena hal itu bertentangan dengan aturan,” tegasnya.

Menurut Suhaimi, sengketa Pilchiksung itu terjadi karena tidak ketegasan dalam Perbup, sehingga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan kecurangan. 

“Perbup sangat lemah dan tidak ada ketegasan dalam Perbup tersebut, apalagi tidak mengikuti isi dari Qanun No 4 Tahun 2009 tentang Pilchiksung,” cetusnya.

Salah satunya, ungkap dia, masih banyak KPPS gampong yang membuka kotak suara dan melakukan perhitungan suara melewati pukul 14.00 WIB.

“Atas sejumlah persoalan ini, kami meminta DPRK Abdya segera membuat Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai hasil Pilchiksung 2022 Abdya,” pungkasnya.

Baca juga: Calon Keuchik Pilchiksung 2022 Abdya Laporkan Kecurangan, Suhemi : Ada Indikasi Penyuapan

DPRK Dukung RDP 

Sementara itu, Ketua DPRK Abdya, Nurdianto mendukung usulan YARA Abdya untuk menggelar RDP.

Karena, dari awal ia telah meminta kepada Pemkab Abdya serius dan melakukan sosialisasi secara menyeluruh. 

“Anehnya, beberapa pejabat mengeluarkan statement membingungkan, sehingga masyarakat menjadi bingung,” urainya.

Maka dari itu, ia meminta kepada masyarakat yang merasa tidak puas dengan hasil Pilchiksung itu, dapat menempuh dan melaporkan ke imum mukim dan camat, sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2009.

Baca juga: YARA Abdya Terima Laporan Dugaan Kecurangan Pilchiksung

“Karena dalam Qanun itu pada Pasal 38, lembaga pengawasan pemilihan keuchik dilakukan imum mukim dan camat,” pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved