Berita Bireuen
Wanita Pengungsi Rohingya Sempat Tinggalkan Gedung Serbaguna
Beberapa warga melihat dan mengira masyarakat biasa sedang jalan pagi, bahkan ada yang menduga anak-anak pulang pengajian.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 44 pengungsi Rohingnya khususnya wanita sempat meninggalkan lokasi pengungsian sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (31/03/2022), kemudian dibujuk masyarakat, anggota Polwan Polres Bireuen dan lainnya akhirnya bersedia kembali ke gedung serbaguna.
Informasi diperoleh Serambinews.com, sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (31/03/2022) sejumlah warga melihat kaum ibu dengan pakaian lengkap dan memakai jilbab keluar dari gedung serbaguna, mereka terus berjalan menulusuri jalan aspal.
Beberapa warga melihat dan mengira masyarakat biasa sedang jalan pagi, bahkan ada yang menduga anak-anak pulang pengajian.
Beberapa saat kemudian, muncul informasi pengungsi.Rohingnya sudah melarikan diri dengan jalan kaki ke arah selatan gedung serbaguna, sejumlah anggota Polsek Jangka, Koramil Jangka dan.petugas dari IOM dan UNHCR yang ada di gedung serbaguna turun mencari mereka.
Mereka ditemukan sedang duduk berkelompok di salah satu ruas jalan kawasan Blang Mee, Peusangan. Camat Jangka, Alfian S Sos kepada Serambinews.com mengatakan, saat diketahui mereka berada di sana, sejumlah orang mengajak mereka untuk kembali ke tempat pengungsian, mereka menolak untuk kembali ke gedung serbaguna.
Satu unit truk datang untuk menjemput mereka, mereka masih menolak. “Seorang anggota Polwan Polres Bireuen bersama warga lain membujuk mereka untuk kembali, akhirnya mereka kembali ke gedung serbaguna. Mereka bukan melarikan diri, tapi merasa risih di tempat penampungan, sehingga ingin pergi dari lokasi tersebut” ujar Alfian.
Berdasarkan keterangan dari juru bahasa, para pengungsi wanita merasa risih tidur atau tempat penampungan sementara di gedung serbaguna, risihnya karena dalam satu gedung juga ditempatkan pengungsi pria dan diberi batas dengan bentangan kain di bagian tengah. “Mereka mengaku risih, karena saat tidur mungkin tidak nyaman karena pengungsi pria juga dalam satu ruangan,” kata camat.
Amatan Serambinews.com, di gedung serbaguna tersebut, sejumlah staf dari IOM dan UNHCR sedang mewawancarai kaum.wanita di tempat penampungan tersebut, tim medis juga sedang memeriksa kondisi kesehatan mereka.
Camat Jangka, Alfian mengatakan, gedung serbaguna memang sempit dan ruangan terbatas sehingga bagian tengah dibentangkan kain sebagai pembatas.
Dengan kejadian tersebut kata camat, pihaknya akan berkoordinasi dengan unsur lainnya untukpenanganan lebih lanjut. Sebagaimana diberitakan sebanyak 114 pengungsi dari Rohingnya sejak Minggu (20/03/2022) ditampung sementara di gedung serbaguna setelah dikeluarkan dari Desa Alue Buya Pasi, Jangka.
Tempat penampungan tersebut serba darurat, sempit, kamar mandi, MCK juga terbatas. Camat Jangka mengharapkan mereka segera dipindahkan ke Riau. “Rencana pemindahan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, namun Pemda Riau belum memberi waktu kapan merekadibawa ke sana,” ujar camat.(*)
Baca juga: Relokasi Ratusan Rohingya dari Bireuen ke Riau belum Jelas, Kondisinya kian Memprihatinkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rohingya-yang-terdampar.jpg)