Breaking News:

Berita Abdya

Dinkes Imbau Pedagang Takjil tak Gunakan Bahan Berbahaya, Safliati: Jika Melanggar Bisa Dipidana

Dinkes Abdya mengimbau agar pedagang tidak menjual makanan atau santapan berbuka puasa (takjil) yang mengandung bahan berbahaya.

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Safliati SST MKes, Kepala Dinas Kesehatan Abdya 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Dinas Kesehatan ( Dinkes) Abdya mengimbau agar pedagang tidak menjual makanan atau santapan berbuka puasa ( takjil) yang mengandung bahan berbahaya.

Karena dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 136 berbunyi; setiap orang yang melakukan produksi pangan untuk diedarkan dengan sengaja menggunakan bahan tambahan melampaui ambang batas maksimal, bisa dipidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 10 miliar.

“Peredaran dan penggunaan bahan berbahaya sering salah penggunaannya, terutama dalam makanan seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan metanil yellow,” ujar Kadis Kesehatan Abdya, Safliati, MKes.

Sebagai contoh, urainya, masih ditemukannya produk pangan yang mengandung bahan berbahaya.

Seperti Rhodamin B yang digunakan untuk pewarna merah pada makanan sirup, kerupuk, saus, dan terasi.

“Padahal guna Rhodamin B yang sebenarnya adalah untuk pewarna textile, sehingga penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati dan kanker,” tegasnya.

Baca juga: Polisi Amankan Shalat Tarawih, Satpol PP Tertibkan Jual Takjil - LIVE UPDATE ACEH SENIN (4/4/2022)

Selain Rhodamin B, ungkapnya, juga masih ditemukan boraks yang digunakan untuk pengawet dan pengenyal pada kerupuk, tahu, dan bakso. 

“Padahal, fungsi dari boraks adalah untuk mematri logam, pembuatan gelas dan enamel, anti jamur kayu, pembasmi kecoak, anti septik, obat untuk kulit dalam bentuk salep, dan campuran pembersih,” terangnya. 

Boraks, sambungnya, masuk dalam kategori bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung.

“Untuk itu, kami menghimbau kepada pelaku usaha pangan untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan dan memilih bahan makanan yang aman dikonsumsi, sehingga para pedagang tidak akan bermasalah dengan hukum,” imbau dia.

Selain itu, ia berharap kepada masyarakat agar lebih cerdas memilih makanan dan jajanan untuk dikosumsi, sehingga tidak menimbulkan masalah kesehatan. 

“Yang paling penting masyarakat harus menghindari makanan yang berwarna mencolok dan kontras,” pesannya.

Baca juga: Dinkes Abdya Imbau Penjual Takjil tak Pakai Bahan Berbahaya, Ini Sanksi Jika Melanggar

“Karena, hampir bisa dipastikan makanan warna mencolok itu, menggunakan pewarna tekstil yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Biasanya itu cendol, mie dan kue yang berwarna-warni, mengandung bahan berbahaya dan tidak sehat,” urainya.

Selain itu, Ia juga mengimbau para pedagang yang menjual takjil di pinggir jalan agar menutup barang dagangannya, sehingga makanan bersih dan terhindar dari penularan penyakit melalui udara dan lalat.

"Selain itu, hindari pedagang yang menjual makanan tidak memakai penutup. Jika banyak lalat atau terlihat terbuka, sebaiknya batalkan membeli makanan di tempat tersebut, karena itu tidak sehat dan membahayakan kita,” pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved