Jumat, 5 Juni 2026

Pemilu 2024

Irwandi Yusuf: PA dan PNA Jadi Satu Partai No, Berkoalisi Yes

Namun peluanng yang terbuka terjadi adalah PNA dan PA berkoalisi dalam Pilkada 2024 mendatang.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
KETUA Umum Partai Nasional Aceh (PNA), drh Irwandi Yusuf, didampingi istri, Darwati A Gani, berfoto bersama paslon bupati dan wakil bupati Aceh Selatan nomor urut 2, H Azwir SSos (kanan) dan Tgk Amran (kiri), dalam kampanye akbar di Lapangan Sepak Bola Gema Desa Jeulatang, Kecamatan Samadua, Rabu (20/6). 

Laporan Fikar W Eda l Bandung

SERAMBINEWS.COM, BANDUNG - Ketua Umum DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) Irwandi Yusuf menepis kemungkinan PNA dengan Partai Aceh (PA) menghimpun diri dalam satu partai.

Namun peluanng yang terbuka terjadi adalah PNA dan PA berkoalisi dalam Pilkada 2024 mendatang.

Itu disampaikan Irwandi Yusuf dalam percakapan dengan Serambinews.com yang menjenguknya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung Jawa Barat, 28 Maret 2022.

Irwandi Yusuf Bicara Soal JKA, Jangan Sampai Orang Aceh Tak Bisa Berobat

Irwandi memang sedang menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan tersebut atas putusan pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta dan dikuatkan putusan kasasi Mahkamah Agung.

Irwandi dihukum tujuh tahun penjara atas tindak pidana korupsi yang terbukti dilakukannya. 

"Bersatu dalam  satu partai antara PA dan PNA  tidak mungkin. Yang mungkin adalah melakukan koalisi antara PNA dan PA," kata Irwandi.

Ia dimintai pernyatannya sehubungan dengan agenda Pilkada Aceh 2024 mendatang untuk pemilihan gubernur, bupati dan walikota.

PNA dan PA adalah dua  partai lokal Aceh yang lahir dari rahim MoU Helsinki dan UUPA. Dalam dua kali Pilkada Gubernur Aceh, PA dan PNA tampak berseberangan dan mengusung  pasangan calon sendiri-sendiri.

Dalam Pilkada Gubernur Aceh 2017, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah diusung oleh lima partai,  Partai Nanggroe Aceh (PNA), Partai Demokrat, PKB, PDIP dan PDA.

Adapun Partai Aceh (PA), didukung PBB, PKS, Gerindra, dan PAN, mencalonkan Muzakir Manaf dan TA Khalid dalam Pilkada tersebut.

Begitu juga pada saat Pilgub 2012, PNA dan PA mengusung calon masing-masing. PNA mengusung Irwandi Yuauf-Muhyan Yunan, dan PA mengusung Zaini Abdullah-Muzakir Manaf.

Pilkada sebelumnya lagi pada 2006, Partai Aceh mencalonkan Humam Hamid dan Hasbi Abdullah. Sedangkan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar maju dari jalur independen yang kemudian memengangi Pilkada tersebut.

"Nah, apakah mungkin di Pilkada 2024 mendatang PA dan PNA bersatu?" Tanya Serambinews.com.

"Bersatu sebagai satu partai tentu tidak. Tapi sebagai mitra koalisi tentu terbuka kemungkinan," jawab Irwandi.

PNA sampai sejauh ini memang belum membahas sosok yang akan diusung dalam Pilkada 2024 nanti.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved