Jumat, 8 Mei 2026

Berita Luar Negeri

Pasukan Rusia Harus Hati-Hati, Begini Cara Warga Ukraina Melawan Hingga Tentara Tewas

Dua tentara Rusia tewas dan 28 lainnya sakit parah setelah diberi kue-kue beracun oleh warga sipil Ukraina

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
AFP/ARIS MESSINIS
Prajurit Ukraina membawa tubuh seorang kawan di atas tandu di kota Irpin, barat laut Kyiv, pada 13 Maret 2022. - NATO memperkirakan 7.000 hingga 15.000 tentara Rusia telah tewas di Ukraina. 

Pasukan Rusia Harus Hati-Hati, Begini Cara Warga Ukraina Melawan Hingga Tentara Tewas

SERAMBINEWS.COM - Pasukan Rusia terus berusaha untuk menaklukkan berbagai kota di Ukraina.

Hanya saja, upaya tentara Rusia tidak mudah mengingat warga Ukraina juga melakukan perlawanan.

Kini warga Ukraina melawan pasukan Rusia dengan cara baru.

Bahkan cara ini lebih ampuh hingga jatuh korban di pihak tentara Rusia.

Dua tentara Rusia tewas dan 28 lainnya sakit parah setelah diberi kue-kue beracun oleh warga sipil Ukraina.

Hal tersebut diungkapkan oleh badan intelijen Ukraina.

Baca juga: Tentara Rusia yang Mundur Tinggalkan Bencana, Presiden Ukraina Ungkap Bahaya yang Bakal Dihadapi

Mengutip The Independent, Direktorat Utama Intelijen Ukraina mengumumkan dalam sebuah postingan di Facebook pada hari Sabtu, bahwa pasukan dari Divisi Senapan Motor ke-3 Rusia tewas segera setelah makan makanan di Izium, Kharkiv.

 28 tentara lainnya berada dalam perawatan intensif setelah keracunan.

Sementara sekitar 500 lainnya berada di rumah sakit karena keracunan alkohol berat.

Para pejabat mengklaim Rusia menulis pasukan itu sebagai "kekalahan non-tempur".

Ukraina melawan penjajah dengan segala cara yang tersedia.

Baca juga: Sikat Gigi Saat Puasa, Pukul Berapa Batas Waktu yang Dibolehkan? Ini Penjelasan Ustad Abdul Somad

Menurut informasi yang tersedia, penduduk lokal distrik Izium (wilayah Kharkiv) memberikan pasukan Rusia dari Divisi Senapan Motor ke-3 Federasi Rusia dengan pai beracun.

“Akibatnya, dua pasukan meninggal sekaligus, 28 lainnya dibawa ke unit perawatan intensif. Keadaan mereka saat ini sedang diklarifikasi," jelas Agensi tersebut dalam postingan yang sama.

Warga berjalan melewati mayat tentara Rusia saat melarikan dari Kota Irpin, utara Kiev, Kamis (10/3/2022).
Warga berjalan melewati mayat tentara Rusia saat melarikan dari Kota Irpin, utara Kiev, Kamis (10/3/2022). (AFP/Aris Messinis)

"Sekitar 500 prajurit lagi dari Divisi Senapan Motor ke-3 Federasi Rusia berada di rumah sakit karena keracunan alkohol parah yang tidak diketahui asalnya," tambahnya.

Sementara itu, melansir Business Insider, cerita tentang warga sipil Ukraina yang melawan pasukan Rusia terus bermunculan.

Baca juga: Anggota DPR RI Irmawan Kirim Tim Tinjau Rumah tak Layak Huni di Aceh Besar, Berawal Postingan di FB

Bahkan sebelum invasi dimulai, warga sipil Ukraina biasa berlatih untuk bertempur dan belajar cara membuat bom molotov.

Video telah menangkap bagaimana warga Ukraina menghadapi dan memblokir tank-tank Rusia.

Video tersebut menghasilkan gambar-gambar yang mengingatkan pada "manusia tank" di Lapangan Tiananmen. 

Bulan lalu, seorang nenek di ibu kota Kyiv mengatakan dia mengeluarkan drone yang mencurigakan dengan melemparkan sebotol acar tomat ke arahnya.

Baca juga: Tumbuhan tak Penuhi Syarat Balai Karantina Dimusnahkan, Satwa Dititipkan ke Gurun Putih Lestari

Izium terletak di wilayah Kharkiv di Ukraina timur, di mana kota Kharkiv telah mengalami beberapa pertempuran dan pemboman terberat sejak Rusia meluncurkan invasi skala penuh pada 24 Februari.

Tetapi pasukan Rusia juga mengalami kerugian besar sejak perang dimulai.

NATO mengatakan pekan lalu sekitar 7.000 hingga 15.000 tentara Rusia tewas dalam bulan pertama perang.

Para pejabat Ukraina juga mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukan Ukraina mendapatkan kembali kendali atas daerah-daerah di sekitar Kyiv.(*)

Baca juga: Usai Digempur Rusia, Mayat Warga Sipil Bergelimpangan di Bucha Ukraina

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Cara Warga Ukraina Lawan Pasukan Rusia: Beri Makanan dan Alkohol yang Diracun

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved