Ranjau Darat
Rusia Didesak Hentikan Penggunaan Ranjau Darat dalam Perang di Ukraina
Arango Olmos mengatakan pada konferensi pers Senin -- Hari Internasional untuk Kesadaran Ranjau dan Bantuan dalam Pekerjaan Ranjau -- mengatakan serua
SERAMBINEWS.COM - Seorang pejabat tinggi dalam kampanye global menentang penggunaan ranjau darat mendesak Rusia pada hari Senin untuk menghentikan pasukannya di Ukraina dari meletakkan senjata yang terlalu sering membunuh dan melukai warga sipil.
Alicia Arango Olmos, duta besar Kolombia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan media bahwa Rusia menggunakan ranjau darat dalam perangnya di Ukraina.
Dia menunjuk ke Human Rights Watch, yang mengatakan pada 29 Maret bahwa teknisi penjinak bom Ukraina menemukan ranjau anti-personel terlarang di wilayah Kharkiv timur sehari sebelumnya. Kelompok hak asasi mengatakan Rusia diketahui memiliki jenis ranjau yang ditemukan, tetapi Ukraina tidak memilikinya.
Arango Olmos mengatakan pada konferensi pers Senin -- Hari Internasional untuk Kesadaran Ranjau dan Bantuan dalam Pekerjaan Ranjau -- mengatakan seruannya ke Rusia: “Ranjau anti-personel hanya menyebabkan korban, mereka tidak menyelesaikan masalah apa pun.”
"Jadi tolong, Rusia, tolong berhenti menggunakannya, karena banyak orang yang menjadi korban ranjau darat tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi antara Ukraina dan Rusia," kata Arango Olmos.
• VIDEO Robot Canggih Pembersih Ranjau Milik Rusia yang Mampu Deteksi dan Hancurkan Ranjau
Pangeran Mired dari Yordania, utusan khusus yang mencoba membuat konvensi ranjau darat universal, mengatakan sekitar 80% negara di dunia adalah pihak yang meneken konvensi tersebut.
Dia mengatakan 33 negara belum bergabung, di antaranya beberapa yang mungkin secara kolektif menyimpan puluhan juta ranjau anti-personel di gudang militer dan sayangnya telah mengubur jutaan lainnya di dalam tanah.
Beberapa negara yang bukan pihak memiliki “kekuatan untuk secara signifikan mengubah arus dan menghilangkan senjata yang menghebohkan ini seperti China, India, Pakistan, Rusia dan Amerika Serikat,” katanya. “Diperlukan upaya yang terkoordinasi dan terpadu di tingkat tertinggi untuk mencapai aksesi lebih lanjut. Ini tidak akan mudah, tapi itu mungkin.”(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/arab-saudi-amankan-ranjau-darat-houthi.jpg)