Breaking News:

Ramadhan

Ketahuilah Kondisi Anak yang Tidak Disarankan untuk Berpuasa

Kalau pun sudah diwajibkan untuk berpuasa, anak tetap harus diingatkan untuk mengonsumsi makanan yang cukup.

Editor: Nur Nihayati
makassar.tribunnnews.com
Ilustrasi puasa 

Kalau pun sudah diwajibkan untuk berpuasa, anak tetap harus diingatkan untuk mengonsumsi makanan yang cukup.

SERAMBINEWS.COM - Puasa adalah kewajiban bagi ummat islam.

Menahan diri dari haus dan lapar serta segala yang membatalkannya.

Anak-anak masih dalam fase pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.

Semua proses ini perlu didukung asupan makanan yang dikonsumsi anak sehari-hari.

Lantas apakah dengan berpuasa perkembangan fisik dan otak anak dapat terganggu?

Menurut Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Prof dr Darmayanti Rusli Sjarif Ph D Sp A(K) ada yang harus diperhatikan orangtua saat anak sedang belajar berpuasa.

Langkah awal yang dilakukan adalah melihat kondisi fisik anak.

Jika tubuh anak terlalu kurus, maka disarankan untuk melakukan pengecekan ke dokter.

"Dicek ke dokter, kalau memang gizi kurang, maka tidak boleh. Asupan makanan yang dibutuhkan belum cukup. Jadi tidak boleh puasa dulu," ungkapnya dalam siaran langsung Instagram IDAI, Senin (4/4/2022).

Kalau pun sudah diwajibkan untuk berpuasa, anak tetap harus diingatkan untuk mengonsumsi makanan yang cukup.

Karena saat berpuasa, setelah beberapa jam usai sahur tubuh mengambil cadangan lemak dalam tubuh sebagai energi.

Kalau tidak ada cadangan, maka dapat memengaruhi fisik dan kondisi otak anak.

Bila sudah diukur dan menurut dokter diperbolehkan untuk puasa, maka dr Darmayanti menganjurkan orangtua untuk mengarahkan anak sahur menjelang fajar.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved