Selasa, 21 April 2026

Rusia Serang Ukraina

Presiden Ukraina Pertanyakan Peran Dewan Keamanan PBB yang Bungkam Lihat Kejahatan Perang 

Presiden Ukraina Vlodomyr Zelensky menyebut pasukan Rusia melakukan kejahatan perang paling buruk yang pernah ada....

Editor: Eddy Fitriadi
AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Presiden Ukraina Pertanyakan Peran Dewan Keamanan PBB yang Bungkam Lihat Kejahatan Perang.  

SERAMBINEWS.COM - Menyampaikan aspirasinya di hadapan Dewan Keamanan PBB, Selasa (5/4/2022), Presiden Ukraina Vlodomyr Zelensky menyebut pasukan Rusia melakukan kejahatan perang paling buruk yang pernah ada sejak Perang Dunia II.

Bahkan Zelensky melampirkan video pendek yang menunjukkan jasad korban perang yang terbakar, berlumuran darah dan dimutilasi, termasuk anak-anak. 

Video tersebut secara khusus menunjukkan situasi kota Irpin, Dymerka, Mariupol dan Bucha, di mana Ukraina menuduh pasukan Rusia membunuh ratusan warga sipil.

"Kami berurusan dengan negara yang mengubah hak vetonya di Dewan Keamanan PBB menjadi hak untuk menyebabkan kematian. Rusia ingin mengubah Ukraina menjadi budak yang diam," kata Zelensky, seperti dikutip Reuters.

Zelensky turut mempertanyakan peran 15 anggota Dewan Keamanan PBB yang sampai saat ini tidak dapat mengambil tindakan apa pun atas invasi Rusia. Menurutnya, hak veto yang dimiliki Rusia terus menjadi penghalang tindakan nyata PBB.

Tidak hanya itu, China yang merupakan mitra dekat Rusia juga abstain pada sebagian besar pemungutan suara terkait penentuan sikap terhadap Rusia sejak perang dimulai.

Sementara India, yang sangat bergantung pada Rusia untuk keperluan militer, juga abstain pada penentuan tindakan PBB. Namun, India mengutuk pembunuhan di Bucha dan menyerukan penyelidikan independen.

Rusia pun sampai saat ini bersikeras menyangkal semua tuduhan bahwa pasukannya telah dengan sengaja menargetkan warga sipil.

"Kami tidak menembak sasaran sipil untuk menyelamatkan sebanyak mungkin warga sipil. Inilah tepatnya mengapa kami tidak maju secepat yang diharapkan," ungkap utusan Rusia di PBB, Vasily Nebenzya.

PBB mengatakan sekitar 11 juta warga Ukraina, atau lebih dari seperempat populasinya, sebanyak 4 juta orang bahkan telah meninggalkan Ukraina.

Sementara itu, Kepala bantuan PBB Martin Griffiths mengatakan sedikitnya 1.430 warga sipil telah tewas, termasuk di lebih dari 121 anak-anak.

Kepala urusan politik PBB Rosemary DiCarlo, juga melaporkan bahwa kantor HAM PBB sedang berusaha untuk memverifikasi tuduhan kekerasan seksual oleh pasukan Rusia.

"Ini termasuk pemerkosaan beramai-ramai dan pemerkosaan di depan anak-anak. Ada juga klaim kekerasan seksual oleh pasukan Ukraina dan milisi pertahanan sipil," kata DiCarlo.

Setelah ini ke-193 anggota Majelis Umum PBB kemungkinan akan memberikan suara pada langkah untuk menangguhkan Rusia pada hari Kamis (7/4/2022). Diperlukan dua pertiga mayoritas dari anggota pemilih yang hadir.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Banyak Tanda Kejahatan Perang, Presiden Ukraina Pertanyakan Peran Dewan Keamanan PBB"

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved