Selasa, 5 Mei 2026

Panen Padi

Tanaman Padi tak Kunjung Dipanen, Sejumlah Petani di Abdya Terancam Rugi

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, saat ini ada ribuan hektar sawah di beberapa kecamatan sudah memasuki masa panen, seperti sebagian Kecamatan

Tayang:
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Babinsa Kodim 0101/BS dampingi petani panen padi bersamaan Kelompok Tani Panton Raya di Gampong Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (11/12/2020). 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Sejumlah petani di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam rugi.

Pasalnya, meski sudah memasuki masa panen, namun hingga saat ini gabah padi mereka, belum kunjung dipanen, sehingga bulir padi mulai rontok.

Hal itu disebabkan, mesin pemotong padi di bumo breuh sigupai masih kurang dan bergantung kepada pihak swasta.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, saat ini ada ribuan hektar sawah di beberapa kecamatan sudah memasuki masa panen, seperti sebagian Kecamatan Susoh, Kecamatan Blangpidie dan sebagian di kecamatan Tangan-Tangan.

Petani Binaan PT Medco Panen Padi Organik, Hemat Biaya Hasil Memuaskan 

Salah seorang petani di Kecamatan Susoh, Edi Azhar mengaku resah dengan kondisi kekurangan mesin pemotong tersebut, mengingat saat ini sebagian di kecamatan Susoh sedang memasuki masa panen.

“Memang mulai hari ini, kami sudah bisa panen, tapi mobil pemotong padi belum ada, karena masih bekerja di Tangan-Tangan, makanya belum panen,” ujar Edi Azhar.

Jika dalam seminggu kedepan belum ada mesin pemotong padi, katanya, maka para petani akan memilih memotong padi secara manual atau pakai tangan.

“Memang kendalanya nanti, tenaga kerja, mengingat bulan puasa, dan pastinya biaya yang keluar akan lebih besar,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh petani di kecamatan Tangan-Tangan, Alamsyah. Ia mengaku, saat ini di wilayahnya tersebut, belum seluruhnya bisa dipanen, akibat minimnya mesin pemotong padi.

Ia berharap, pemerintah melalui dinas terkait, ada solusi, sehingga para petani tidak merugi akibat bulir padi kian hari yang mulai rontok.

“Semoga ada solusi dari pemerintah, agar petani tidak rugi, apalagi saat ini seluruh kebutuhan mulai naik, dan sangat membebani kami petani ini,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved