Sabtu, 18 April 2026

Internasional

Presiden Ukraina Mengejek Vladimir Putin, Tentara Rusia Banyak Sekarat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Rabu (13/4/2022) mengejek Presiden Rusia Vladimir Putin atas invasi ke negaranya.

Editor: M Nur Pakar
AFP/LAYANAN PERS PRESIDEN UKRAINA
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy 

SERAMBINEWS.COM, KIEV- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Rabu (13/4/2022) mengejek Presiden Rusia Vladimir Putin atas invasi ke negaranya.

Dia menyatakan ribuan tentara Rusia sekarat atas perlawanan sengit tentara Ukraina.

Zelenskyy menegaskan negaranya berhasil berjalan dengan baik untuk menghadang pasukan Rusia.

Dikatakan, rencana perang melibatkan begitu banyak tentara Rusia yang sekarat.

Putin sempat berbicara pada Selasa (12/4/2022) dengan menegaskan Rusia akan mencapai semua tujuan mulia dan secara berirama dan tenang melanjutkan apa yang disebutnya operasi khusus.

Dilansir Reuters, Moskow mengatakan pada 25 Maret 2022, pembaruan terbarunya, 1.351 tentara telah tewas sejak awal
kampanye.

Baca juga: Pencabutan Sanksi ke Rusia Bukanlah Sebuah Permainan, Tergantung Sikap Presiden Ukraina

Tetapi, Ukraina mengatakan jumlah tentara Rusia sebenarnya mendekati 20.000.

"Di Rusia, sekali lagi dikatakan apa yang disebut 'operasi khusus' mereka seharusnya berjalan sesuai rencana," ejek
Zelenskiy dalam sebuah pernyataan. alamat video.

"Tapi, sejujurnya, tidak ada seorang pun di dunia yang mengerti bagaimana rencana semacam itu bisa terjadi," tambahnya.

"Bagaimana bisa rencana yang mengatur kematian puluhan ribu tentara mereka sendiri dalam waktu lebih dari sebulan
perang bisa terjadi? tanyanya.

"Siapa yang bisa menyetujui rencana seperti itu?" tanyanya lagi.

Zelenskiy bertanya berapa banyak tentara Rusia yang tewas akan diterima Putin, memberikan kisaran puluhan ribu hingga ratusan ribu orang.

Baca juga: Presiden Ukraina Tuduh Rusia Lakukan Kejahatan Perang Harus Diadili Seperti Penjahat Perang Dunia II

Moskow telah kehilangan lebih banyak orang dalam 48 hari sejak perang dimulai daripada dalam 10 tahun perang Afghanistan dari 1979 hingga 1989, katanya.

Zelenskiy mengatakan beberapa orang mengolok-olok Rusia, kegagalan di lapangan dan teknologi yang lebih rendah, serta lawan-lawannya tidak semuanya putus asa.

"Kita harus memahami tidak semua tank Rusia terjebak di medan perang, tidak semua tentara musuh begitu saja melarikan diri dari medan perang," ujarnya.

"Bahkan, tidak semua dari mereka wajib militer tidak tahu cara memegang senjata dengan benar," katanya.

"Ini tidak berarti, kita harus takut pada mereka dan berarti kita tidak boleh mengurangi prestasi para pejuang kita, tentara kita," klaimnya.(*)

Baca juga: Presiden Ukraina Desak Dewan Keamanan PBB Bertindak, Atau Bubarkan Saja Lembaga Dunia Itu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved