Breaking News:

Ramadhan

Teks Naskah Ceramah Ramadhan Dalam Rangka Safari Ramadhan 1443 H

MARI MENJAGA KEBERSIHAN DIRI, LINGKUNGAN DAN PENTINGNYA PERSATUAN SERTA WASPADAI PENYEBARAN OMICRON

Editor: IKL
Serambinews.com

TEKS NASKAH CERAMAH RAMADHAN DALAM RANGKA SAFARI

RAMADHAN 1443 H

PEMERINTAH ACEH

MARI MENJAGA KEBERSIHAN DIRI, LINGKUNGAN DAN PENTINGNYA PERSATUAN SERTA WASPADAI PENYEBARAN OMICRON

PUJI syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Shalawat dan salam, kepada Junjungan Alam, Nabi Besar Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga dan para sahabat Beliau sekalian.

Hadirin Sidang Jama’ah Isya dan Tarawih yang dirahmati Allah,

Alhamdulillah pada Bulan Ramadhan tahun ini, Pemerintah Aceh kembali dapat bersilaturrahmi dengan masyarakat dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 1443 H. Semoga silaturrahmi yang baik ini terus terjalin dan terus menjadi media komunikasi antara masayarakat dan Ulil Amri.

Sebagaimana telah kita maklumi bersama bahwa Pemerintah Aceh sampai dengan saat ini telah melakukan berbagai hal krusial dalam merealisasikan “darul mafaasid” dan “jalbul mashalih” di Aceh yaitu upaya-upaya untuk mencegah kemudharatan dan juga menciptakan kemashlahatan.

Untuk implementasi prinsip “mencegah kemudharatan” salah satu program yang selama ini sangat gencar dilakukan Pemerintah Aceh adalah program Bersih Rapi Estetis dan Hijau (BEREH).

Menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat merupakan prasyarat bagi kemajuan suatu bangsa. Bahkan Rasullulah menjadikannya syarat untuk sempurnanya iman seseorang. sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad, Muslim dan Tirmizi yang artinya: Kebersihan adalah sebahagian dari iman.

Program BEREH telah berhasil menjadi slogan yang mampu mempengaruhi alam bawah sadar masyarakat Aceh untuk menjadi lebih peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan. Program BEREH bukan hanya menyasar kantor-kantor pemerintahan di provinsi, tapi juga telah menyebar ke berbagai lini sep erti fasilitas kesehatan, perbankan, sekolah, masjid dan fasilitas umum lainnya di berbagai wilayah Aceh.

Semangat yang sama juga menjiwai Safari Ramadhan kita sejak tahun lalu. Tim Pemerintah Aceh tidak hanya datang untuk berceramah di atas mimbar saja, tetapi telah datang beberapa hari sebelumnya untuk ikut melakukan perubahan dan memastikan bahwa ruh program BEREH juga terlaksana dengan nyata.

Alhamdulillah, Tim dari Pemerintah Aceh, tokoh dan anggota masyarakat telah melaksanakan gotong royong bersama membersihkan MCK, penanaman bunga, pohon, pengecatan, dan berbagai hal lain untuk memastikan bahwa Masjid kita ini menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan sekaligus membuktikan komitmen Pemerintah terhadap realisasi lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.

BEREH juga telah diterjemahkan Pemerintah Aceh dalam konteks yang lebih luas, dengan menerapkan prinsip bereh ke berbagai sektor lain. Misalnya, Pemerintah Aceh berupaya keras membuka akses bagi masyarakat pedalaman dengan pembukaan jalan-jalan baru dan fasilitas penyeberangan baru bagi masyarakat di kepulauan. Secara kolektif, ini akan terus mendongkrak kesejahteraan masyarakat kita menjadi lebih baik.

Hadirin Sidang Jama’ah Isya dan Tarawih yang dirahmati Allah,

Masih dalam konteks “mencegah kemudharatan” Pemerintah Aceh juga sangat intens mengkampanyekan metode-metode pencegahan dan penangan Covid-19.

Meskipun kasus covid-19 semakin menurun namun kita harus tetap waspada dan tetap dibutuhkan kesadaran semua pihak, mulai dari diri sendiri dan keluarga untuk menjaga kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

Allah berfirman: Wa laa tulquu bi aydiikum ilat tahlukati.

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan” (QS. Al-Baqarah: 195).

Berdasarkan kaedah fikih bahwa, kemudharatan harus dicegah dalam batas-batas yang memungkinkan dan “Tidak boleh membahayakan diri dan orang lain”.

Hadirin Sidang Jama’ah Isya dan Tarawih yang dirahmati Allah,

Islam adalah agama yang paling depan dalam hal mengutakan kesehatan. Misalnya, Ibn Hajar al-Asqalani mewanti-wanti umat agar mengikuti ketentuan ahli medis dengan cara:

 1. Membuang makanan sisa yang basah

2. Jaga pola makan harian

3. Rutin berolahraga

4. Tidak berlama-lama berada di tempat buang air, dan

5. Kualitas dan sirkulasi udara di rumah selalu bersih.

Oleh karena itu, mari berikhtiar secara maksimal dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah, menjaga kebersihan, menghindari kerumunan, memakai masker, menjaga jarak, mengonsumsi makanan bergizi serta rutin menjalani pola hidup sehat, berolah raga, dan meminum suplemen vitamin dalam keseharian.

Sebagai bukti komitmen Pemerintah Aceh untuk melindungi masyarakat Aceh agar tidak terinfeksi oleh virus Covid-19, telah dilakukan beberapa program berikut:

a. Gerakan Masker Aceh (GEMA)

b. Gerakan Masker Sekolah (GEMAS)

c. Gerakan Nakes Cegah Covid-19 (GENCAR)

d. Gerakan Edukasi Vaksinasi Covid-19 (GESID)

e. Kegiatan Vaksinasi Siswa/i Sekolah/Madrasah

Selain upaya yang telah dilakukan di atas, Pemerintah Aceh juga mulai menggencarkan vaksinasi tahap 3 (Booster) kepada masyarakat Aceh terutama kepada Petugas Kesehatan, Petugas Pelayanan Publik dan Calon Jamaah Haji Tahun 2022.

Semua upaya yang dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari bahaya wabah covid-19 tentu tidak akan sempurna jika tidak didukung oleh masyarakat Aceh. Saat ini sudah mulai terbukti bahwa kasus covid-19 sudah semakin menurun dan yang terkonfirmasi pun gejalanya cenderung ringan.

Data dari satgas covid-19 menunjukkan bahwa pasien covid-19 yang meninggal dunia umumnya belum melakukan vaksinasi.

Hadirin Sidang Jama’ah Isya dan Tarawih yang dirahmati Allah,

Pelajaran berharga lain yang diberikan oleh Bulan Ramadhan kepada manusia adalah bagaimana bersikap jujur dan menjauhi ghibah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta (hoax) dan melakukan suatu tindakan atas dasar dusta tersebut, maka Allah tidak memerlukan kepada puasanya...” (HR. Bukhari no. 1903).

Dalam hadits tersebut dengan begitu jelas Rasul menggambarkan bahwa tujuan dari puasa, yaitu keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah jauh lebih bermakna daripada pekerjaan berpuasa itu sendiri. Jika seseorang berdusta maka pekerjaan menahan lapar dan dahaga menjadi sia-sia. Dalam hadis ini, kekejian yang ditimbulkan oleh dusta bukan hanya dinisbahkan kepada pembuat dusta, tapi juga kepada orang-orang yang melakukan berbagai tindakan lain atas dasar dusta yang didengarnya tersebut. Dalam keseharian kita, ini kita kenal dengan istilah Hoax.

Untuk menciptakan masyarakat Aceh yang tangguh, sehat jasmani dan rohani, perlu membentengi diri dari pengaruh hoax. Puasa seharusnya dapat menjadi momen pembelajaran bagaimana hal itu dapat kita wujudkan.

Rasulullah menjelaskan dalam sebuah hadis qudsiy: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, setiap amal anak Adam adalah untuknya sendiri kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor, jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah, ’Saya sedang berpuasa’.” (HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151).

Hadirin Sidang Jama’ah Isya dan Tarawih yang dirahmati Allah,

Seiring kemajuan zaman, dengan adanya media-media baru yang memiliki jangkauan sangat luas, maka berita dusta atau hoax akan berdampak terhadap kehancuran dunia semakin besar dan tidak terbendung. Apalagi di dunia yang semakin brutal yang menghalalkan segala cara, hoax kerab menjadi pilihan yang dianggap sangat efektif untuk melakukan propaganda dan menjatuhkan lawan. Hal ini bahkan sering dianggap lumrah dalam masyarakat.

Namun sebagai masyarakat Muslim yang cerdas dan berwibawa, kita tidak seharusnya dengan begitu mudah terpengaruh oleh perkataan dusta, jika pedoman yang telah Allah berikan betul-betul kita patuhi.

Allah berfirman dalam Surat Al-Hujuraat Ayat 6: Yaaa ayyuhal laziina aamanuu in jaaa’akum faasqum binaba in fatabaiyanuuu an tusiibuu qawmam bijahalatin fatusbihuu ‘alaa maa fa’altum naadimiin. “Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita, maka periksalah dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah kalian lakukan.” (QS. Al Hujurat: 6).

Apa yang dilukiskan dalam ayat Al-Quran sering kita jumpai terjadi dalam masyarakat. Suami dan Istri saling membunuh karena fitnah, atasan memecat bawahan hanya karena isu yang belum tentu benar, dua negara bisa berperang karena informasi yang salah, dan lain-lain. Hoax adalah kekejian yang sangat nyata yang hanya akan menciptakan saling curiga dan perpecahan dalam masyarakat. Maka mari kita jadikan Ramadhan sebagai madrasah yang akan membuat masyarakat menjadi lebih cerdas dan berdaya tahan tinggi serta mampu menghindarkan diri dari pengaruh hoax yang sangat merusak.

Hadirin Sidang Jama’ah Isya dan Tarawih yang dirahmati Allah,

Di dalam bulan Ramadhan ini juga, selain upaya kita untuk memberantas penyebaran covid-19 dan hoax, Pemerintah Aceh juga perlu mengingatkan semua pihak agar terus waspada terhadap bahaya judi online (chip/PUBG) dan narkoba yang semakin marak di kalangan masyarakat terutama generasi muda.

Sebagaimana fakta yang kita lihat sekarang, masyarakat terlihat sangat asyik dengan HP atau gadget lainnya di warungwarung kopi, bahkan sampai larut malam. Sebahagian dari mereka diisinyalir terlibat dalam aktifitas perjudian online. Hal ini diperparah dengan kurangnya pengawasan dari orang tua dan penyedia fasilitas wifi sehingga mereka bebas menggunakan fasilitas tersebut untuk hal-hal yang menjurus kepada hal-hal negatif.

Kita juga sangat prihatin dengan status Aceh sebagai salah satu pintu masuk peredaran narkoba di wilayah asia tenggara. Jaringan peredaran narkoba disinyalir sudah berada hampir disetiap kampung di Aceh, jika tidak kita antisipasi dengan serius maka akan berujung kepada malapetaka besar bagi generasi Aceh dimasa yang akan datang.

Hadirin Sidang Jama’ah Isya dan Tarawih yang dirahmati Allah, Bulan Ramadhan ini telah mengajarkan kita agar menjadi manusia yang saling menyayangi, saling memmafkan dan penuh toleransi. Maka marilah kita gunakan momen ini untuk tidak membesar-besarkan perbedaan diantara kita, akan tetapi seharusnya saling mengerti dan saling menutupi kekurangan dan aib masing-masing sesuai dengan Amanah Rasulullah dalam sabdanya sebagai berikut:

“Barang siapa yang menutup (aib) seorang muslim maka Allah akan menutup (aib)nya pada hari kiamat”.

Demikian tausiah atau ceramah singkat ini kami sampaikan semoga ada manfaatnya bagi jamaah sekalian.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved