Breaking News:

Berita Nasional

Sanksi AS ke Rusia, Harga Minyak Dunia Melambung, Pemerintah Kembali Rencanakan Kenaikan Pertalite

Harga Minyak dunia yang terus melambung, khususnya seusai AS dan Barat menjatuhkan sanksi ke Rusia, pemerintah kembali merencanakan kenaikan harga BBM

Editor: M Nur Pakar
SERAMBINEWS.COM/ROMADANI
Tampak antrean panjang pengisian BBM jenis Solar dan Pertalite di SPBU Lemah, Takengon, Rabu (6/4/2022) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Harga Minyak dunia yang terus melambung, khususnya seusai AS dan Barat menjatuhkan sanksi ke Rusia, pemerintah kembali merencanakan kenaikan harga BBM jenis Pertalite.

Beberapa pekan lalu Pemerintah sudah menaikkan harga Pertamax sebagai tanggapan atas kenaikan harga minyak dunia yang sudah mencapai 100 dolar AS per barel.

Perang Ukraina yang belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, telah menyulitkan sejumlah negara mendapatkan pasokan BBM.

Uni Eropa, khususnya Jerman, salah satu negara dengan perekonomian terkuat di dunia tidak berani memutuskan kontrak pembelian gas dari Rusia, khawatir akan menghancurkan perekonomian negaranya.

Dilaporkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal untuk menaikkan harga bahan bakar minyak ( BBM ) berjenis Pertalite dan Solar. 

"Untuk jangka menengah dan panjang, akan dilakukan penyesuaian harga Pertalite, minyak Solar, dan bahan bakar pengganti seperti KBLBB, BBG, bioethanol, bioCNG, dan lainnya," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Geruduk Gedung DPRK Pidie, Tuntut Harga Minyak Turun

Lebih lanjut, ia menjelaskan kenaikan minyak dunia karena iklan geopolitik global.

Kondisi terkait membuat rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) per-Maret 2022 mencapai 98,4 dolar AS per barel.

"Adapun rata-rata harga minyak mentah Aramco untuk elpiji telah mencapai 839,6 dolar AS per metrik ton di mana asumsi awal kami di tahun 2022 hanya sebesar 569 dolar AS per metrik ton," ujar Arifin.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan rencana lain. Selain menyesuaikan harga Pertalite dan Solar, mereka juga akan menyiapkan jangka pendek untuk menambah kuota jenis BBM bersubsidi tersebut.

Rencananya pemerintah bakal menambah kuota Pertalite dari 5,45 juta kiloliter menjadi 28,50 juta kiloliter.

Baca juga: Konflik-Rusia Picu Kenaikan Harga Minyak Mentah, Harga Pertamax  Bisa Rp 16 Ribu per Liter

Langkah itu diambil karena kelebihan kuota realisasi sebesar 14 persen pada periode Januari-Maret 2022.

Sementara itu, Solar diusulkan naik dari 2,28 juta kiloliter menjadi 17,39 juta kiloliter.

Penambahan ini juga dilaporkan mengalami kelebihan realisasi kuota peenyaluran sebanyak 9,49 persen pada periode Januari-Maret 2022.

Seperti diketahui, harga Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan seiring disubsidi oleh pemerintah.

Meski produk BBM lainnya yang nonsubsidi sudah mengalami kenaikan per 1 April 2022 lalu sebagai respons kenaikan harga minyak dunia.

Harga Pertalite saat ini masih banderol Rp 7.650 per liter, dan Solar Rp 5.150 per liter.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Setelah Pertamax, Kementerian ESDM Berikan Isyarat Naikkan Harga Pertalite"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved