Zakat
Baitul Mal Aceh Salurkan Zakat Rp 8,3 Miliar untuk 7.719 Mustahik
Zakat tersebut disalurkan kepada tujuh senif yaitu senif fakir, miskin, amil, muallaf, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil.
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Hingga triwulan pertama atau sampai dengan akhir Maret 2022, Baitul Mal Aceh (BMA) telah menyalurkan zakat sebanyak Rp 8,3 miliar untuk 7.719 mustahik (penerima manfaat zakat) di seluruh kabupaten/kota di Aceh.
Anggota Badan BMA Bidang Penyaluran dan Pemberdayaan, Mukhlis Sya’ya kepada Serambinews.com, Minggu (17/4/2022) mengatakan berdasarkan plafon anggaran yang dialokasikan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Sekretariat BMA tahun 2022, dana zakat yang akan disalurkan sebesar Rp 83.3 miliar.
Zakat tersebut disalurkan kepada tujuh senif yaitu senif fakir, miskin, amil, muallaf, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil.
Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Dewan Pertimbangan Syari’ah BMA Nomor 03/KPTS/XII/2021 tanggal 24 Desember 2021 tentang Penetapan Alokasi Penyaluran Zakat tahun 2022.
“Alhamdulillah sampai dengan tanggal 31 Maret 2022 dana zakat yang terealisasi sebesar Rp 8.3 miliar atau 10% dari plafon. Sedangkan jumlah mustahik atau penerima manfaat zakat yang telah dibantu oleh BMA dalam berjumlah 7.719 orang dari berbagai kabupaten/kota ae-Aceh," katanya.
"Tentunya realiasasi penyaluran ini akan semakin meningkat, mengingat saat ini semua program BMA sedang berjalan,” tambah Mukhlis.
Ia menjelaskan, sebagai lembaga keistimewaan dan kekhususan yang dibentuk oleh Pemerintah Aceh untuk menjaga, memelihara, mengelola dan mengembangkan zakat, infak, wakaf, harta keagamaan lainnya dan pengawasan perwalian berdasarkan syariat Islam.
Maka BMA yang notabenenya mengurusi dana publik memiliki kewajiban untuk melaporkan realisasi anggaran ke masyarakat sebagai perwujudan dari prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi.
“Hal ini juga sesuai dengan arahan BPK RI yang meminta kepada instansi pemerintah untuk mempublikasikan laporan kinerja ke media yang bisa diakses oleh publik,” ungkapnya.
Sementara Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden menyebutkan zakat yang telah disalurkan yaitu, untuk senif fakir sebanyak Rp 801,5 juta, miskin Rp 5,43 miliar, amil Rp 125 juta, muallaf Rp 644,4 juta, gharimin Rp 318 juta, fisabillah Rp 72,9 juta dan ibnu sabil Rp 950,2 juta.
“Pada tahun 2022 ini Baitul Mal Aceh telah menganggarkan sejumlah dana zakat untuk berbagai program kesejahteraan umat dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di Aceh," ungkapnya.
"Program-program tersebut terdiri atas berbagai sektor, diantaranya untuk sektor sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dakwah dan syiar Islam,” tambah Rahmad.
Ia berharap dengan program-program tersebut akan terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat serta mendukung target Pemerintah Aceh dalam menurunkan angka kemiskinan.
“Mumpung saat ini masih dalam bulan suci Ramadhan, kami juga mengajak para muzaki untuk menyetorkan zakatnya melalui Baitul Mal Aceh. Jika tidak dapat menyetorkan zakatnya secara langsung, maka bisa menghubungi layanan jemput zakat BMA di nomor telepon/WhatsApp 08116722229 untuk selanjutnya tim Baitul Mal Aceh yang akan mendatangi alamat para muzaki baik ke rumah, kantor atau tempat lainnya,” ujar Rahmad.
Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada muzaki yang telah memercayakan zakatnya melalui Baitul Mal Aceh. Rahmad Raden berdoa semoga diberkahi hartanya dan dilimpahkan rezekinya.
“Semakin banyak zakat yang terkumpul, maka akan banyak pula mustahik yang bisa dibantu. Semoga usaha kita bersama ini akan dimudahkan urusannya oleh Allah swt,” tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anggota-badan-bma-bidang-penyaluran.jpg)