Jumat, 1 Mei 2026

Pojok UMKM

Meurasa, Bumbu Produk Lokal yang Dipasarkan ke Luar Negeri

Meski masih kelas industri rumah tangga, tapi pemasaran Meurasa sudah menjangkau benua Amerika dan Eropa, yaitu ke Amerika Serikat dan Prancis

Tayang:
Editor: IKL
For Serambinews.com
BUMBU MASAK MEURASA - Pelaku usaha bumbu masak Meurasa, Edi Sandra, memperlihatkan produksinya. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Di ujung barat Kota Banda Aceh, tepatnya di Jalan Rama Setia Gampong Deah Geulumpang, Kecamatan Meuraxa, terdapat sebuah pabrik bumbu masak kemasan khas Aceh. Bumbu masak usaha rumah tangga itu diberi nama ‘Meurasa’.

Meski masih kelas industri rumah tangga, tapi pemasaran Meurasa sudah menjangkau benua Amerika dan Eropa, yaitu ke Amerika Serikat dan Prancis.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Ir Helvizar Ibrahim, mengaku kagum atas informasi dari Kasi Pelayanan Informasi dan Usaha Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Andri Sufriansyah, yang mengatakan jika di Gampong Deah Geulumpang ada industri rumah usaha produksi bumbu masak kering kemasan khas Aceh.

Meski baru berusia 6 tahun, tapi pemasarannya sudah menjangkau Amerika dan Eropa. 

Menurut Elvizar, omzet penjualan bumbu masak Meurasa memang belum banyak, sekitar 1,5-5 kg per bulan.

Tapi untuk ukuran industri rumah tangga, bisa mengirim produk bumbu masak hingga Amerika dan Eropa, patut diacungi jempol.

“Karena untuk menembus pasar Amerika dan Eropa cukup banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Apalagi untuk produk bumbu masak, tidaklah gampang. Namun, ada pelaku usaha bumbu masak khas Aceh bisa memenuhinya dan sudah mengirimkan produknya ke Amerika Serikat dan Prancis, itu hebat,” ujar Helvizar Ibrahim.  

Pelaku usaha bumbu masak Meurasa, Edi Sandra mengatakan, usahanya itu berdiri pada 16 Februari 2016. Yang membuat produk bumbu masaknya bisa menembus pasar Amerika Serikat dan Prancis, karena dikemas dengan bahan primer aluminium foil ukuran 8x10 cm dengan berat bersih 20 gram per saset, dan kemasan sekunder dalam karton kecil ukuran 10x10x12.

Pengetahuan mengemas bumbu masak dengan aluminium foil itu, kata Edi, setelah ia mengikuti beberapa pelatihan manajemen produksi, kemasan, dan pemasaran yang diadakan Dinas Koperasi dan UKM, serta lembaga lainnya.

Dasar pengetahuan yang didapatnya itu, Edi pun mengemas bumbu masak Meurasa dalam aluminium foil.

Setelah mendapat izin dari Balai Besar POM Aceh, ia baru berani mengirim bumbu produksinya ke Amerika dan Prancis melalui teman dan kerabat yang bekerja di sana. Satu bulan ia mengirim sekilar 1,5-5 kg.

Bumbu masak Meurasa, sebut Edi, ada delapan item. Yaitu bumbu mi Aceh, bumbu nasi goreng, bumbu ayam tangkap (ayam goreng rempah), bumbu kari, bumbu masak merah, bumbu masak puteh, bumbu gulai Aceh dan bumbu rendang.

Harga jual bumbu kering meurasa, sebut Edi, tidak mahal. Kepada pedagang dijual Rp 8.000/saset, dan pedagang jual eceran kepada konsumen Rp 10.000/saset.

Bumbu masak Meurasa, kata Edi, sudah ada diberbagai supermarket lokal. Jika ada masyarakat yang membutuhkan bisa mencarinya ke supermarket.

Usaha bumbu masak Meurasa bermula dari hobi sang istri membuat pesanan kue ulang tahun dari kerabat, teman, dan saudara.

Karena pengerjaan kue ulang tahun repot dan memakan waktu, maka mereka beralih ke produksi bumbu masak kering. Belajar membuat bumbu masak kering khas Aceh, kata Edi, juga butuh waktu panjang, dan harus mengamati sifat masing-masing bahan bumbu untuk bisa tahan lama sampai 2 tahun.

Bumbu Meurasa diproses dengan cara diekstraksi, sehingga tidak mempengaruhi rasa.

Bumbu Meurasa juga diproses tanpa bahan tambahan lain, baik penyedap maupun pengawet buatan.

Dalam satu varian bumbu Meurasa, dapat dikreasikan menjadi beberapa macam masakan. 

Contohnya, varian bumbu masak puteh. Bumbu ini dapat dikreasikan menjadi bumbu opor, bumbu marinasi roll beff dan sapi lada hitam.

Bahan baku utama bumbu Meurasa, kata Edi, berasal dari petani lokal yang menggunkan pupuk organik dan juga dari pedagang di beberapa sentra produksi.

Untuk bahan baku utama seperti bawang merah, cabai merah, tomat berasal dari petani lokal Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Bener Meriah, serta daerah lainnya di Aceh. 

Bila tidak tersedia pada petani lokal, baru dibeli dari luar Aceh.

Untuk pengembangan, kata Edi, pihaknya membuka diri untuk bekerja sama dengan investor, terutama yang berminat dengan produksi bumbu masak.

Karena tidak semua investor mau menanamkan investasinya ke industri rumah tangga bumbu masak.

Masyarakat yang butuh bumbu masak merasa yang sudah di kemas bisa menghubungi lewat nomor  0813 1221 2927.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved