Breaking News:

Coffee Gayo

Cerita Anzar Merintis Muniru Coffee Gayo, Mulai Penolakan Sampai Pamerkan Produk ke Amerika

Bermodalkan empat bungkus kopi yang telah dikemas dari kampung di Bener Meriah,Aceh,ia pun menawarkan produknya kepada para dosen dan sesama mahasiswa

Editor: IKL
For Serambinews.com
Muhammad Anzar Nawi, Owner Muniru Coffee 

Nasib baik, ternyata keesokan harinya ada pelancong berasal dari Jakarta yang kebetulan singgah ke toko souvenir tempat Anzar menitipkan kopi.

Muhammad Anzar Nawi

Ia ditelpon oleh pihak toko untuk meminta penambahan sekitar 20 kemasan kopi.

Bahkan tak disangka toko souvenir yang sempat menolaknya menitipkan kopi pun meminta kembali agar Anzar membawa produknya ke sana.

Pria asal Bener Meriah ini pun kembali memesan 50 kemasan kopi dari kampung halamannya untuk dijualkan ke tempat-tempat souvenir lain di Banda Aceh.

"Karena sudah banyak yang minta, akhirnya kita mulai roasting kopi sendiri dari kos," kenang Anzar.

Ia pun berusaha meningkatkan produktivitas kopinya dengan mengajukan proposal bantuan alat roasting (pemanggang) melalui kredit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Bank BRI sebesar Rp 50 juta.

Ia pun mulai menamai brand produknya dengan nama Muniru Coffee. Muniru dalam bahasa Gayo yakni budaya menyalakan api dan ngopi bersama keluarga di dapur.

Filosofi muniru bermakna penuh semangat seperti api anggun dan menghangatkan.

Anzar bersama brand-nya Muniru Coffee mulai melebarkan sayap dengan ekspansi bisnis ke luar Aceh seperti Medan dan Surabaya pada 2015 silam.

Kemudian berlanjut untuk ekspor pertama kalinya ke luar negeri usai mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR di Jakarta dan berjumpa buyer dari Malaysia dan Taiwan hingga berlangsung deal tahun 2019.

Tahun 2022 ini, Anzar berkesempatan mengikuti Specialty Coffee Expo di Boston, Massachusetts, AS.

Peserta dari Indonesia difasilitasi oleh Atase Perdagangan Washington DC yang bekerja sama dengan BRI New York Agency dalam pemeran tahunan itu.

Di sana Anzar berkesempatan bertemu buyer-buyer besar seperti Starbucks dan buyer dari negara-negara maju di dunia.

"Alhamdulillah ada potensi kerja sama dengan buyer dari Armenia, AS dan beberapa negara lainnya. Ini masih proses penjajakan," ungkapnya usai mengikuti pameran tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved