Breaking News:

Jurnalisme Warga

Ramadhan, Wahana Edukasi Umat

RAMADHAN merupakan ritual tahunan yang mewajibkan umat muslim menunaikan ibadah puasa dengan imbalan menjadi orang yang bertakwa di sisi Allah dan ber

Editor: bakri
Ramadhan, Wahana Edukasi Umat
FOR SERAMBINEWS.COM
NENDISYAH PUTRA, Guru UPTD SPF SMPN 2 Pulau Banyak Barat, melaporkan dari Haloban, Aceh Singkil

OLEH NENDISYAH PUTRA, Guru UPTD SPF SMPN 2 Pulau Banyak Barat, melaporkan dari Haloban, Aceh Singkil

RAMADHAN merupakan ritual tahunan yang mewajibkan umat muslim menunaikan ibadah puasa dengan imbalan menjadi orang yang bertakwa di sisi Allah dan berhadiah surga.

Oleh karenanya, pada bulan istimewa ini Allah lipat gandakan pahala dan ampuni semua dosa yang lalu bila seseorang menunaikan suatu amalan.

Bulan penuh magfirah ini juga dapat kita jadikan wahana edukasi untuk berlibur sembari menghibur dengan cara tetap istikamah mengoptimal pengabdian melalui tiga dimensi kehidupan, yakni hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal ‘alam.

Hablum minallah adalah cara bagaimana manusia berhubungan dengan Sang Khalik dengan mematuhi semua perintah dan menjauhi seluruh larangan-Nya.

Antara lain dengan melaksanakan ubudiah atau ibadah seperti shalat, puasa, bekerja, muamalah, dan ibadah lainnya.

Pada hakikatnya hidup manusia ini hanyalah beribadah kepada Allah.

Mengapa manusia harus beribadah? Alasan pertama, karena manusia diciptakan untuk beribadah sebagaimana yang dinyatakan dalam firman Allah, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.

Baca juga: Puasa yang Dirindukan Allah

Baca juga: Uskup Agung Bersama Mantan PM Italia dan Komisi Eropa Buka Puasa Bersama Politisi Muslim

” (QS Az-Zariyat: 56) Kedua, sebagai tanda syukur atas penciptaan Allah terhadap alam semesta sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya akan Kutambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka pasti azab-Ku sangat berat.

(QS Ibrahim: 7) Ketiga, sebagai konsekuensi janji hamba kepada Allah.

Perjanjian ini terjadi ketika seorang hamba masih dalam kandungan ibunya, saat itulah sang hamba mengikrarkan janjinya kepada Allah.

Di antara janji itu ialah beribadah semata-mata kepada Allah.

Keempat, Allah satu-satunya Zat yang tepat untuk disembah karena Dia Mahakuasa.

Allah-lah yang menciptakan tujuh petala langit dan tujuh petala Bumi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved