Breaking News:

Internasional

Pentagon Tidak Yakin Mariupol Telah Jatuh Sepenuhnya ke Tangan Pasukan Rusia

Pejabat senior pertahanan AS, Pentagin mengatakan tidak yakin Kota Pelabuhan Mariupol telah jatuh ke tangan Rusia.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Tentara Ukraina berjalan melewati bangunan yang hancur terkena serangan rudal jet tempur Rusia di Kota Mariupol. 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Pejabat senior pertahanan AS, Pentagin mengatakan tidak yakin Kota Pelabuhan Mariupol telah jatuh ke tangan Rusia.

Pernyataan itu secara jelas melawan klaim oleh Presiden Vladimir Putin, bahwa Mariupol telah dikuasai pasukan Rusia.

"Kami tidak yakin jatuh ke Rusia, karena Ukraina ada di sana untuk terus melawan pasukan Rusia," kata seorang pejabat Pentagon pada Kamis (21/4/2022).

" Mariupol masih terus menjadi korban serangan udara lanjutan dari Rusia," tambahnya, seperti dilansir AP.

Pejabat itu mengatakan sekitar 1.670 rudal Rusia telah dikerahkan ke sasaran Ukraina sejak perang dimulai delapan minggu lalu.

Disebutkan, sebagian besar peluncuran rudal sekarang difokuskan di seluruh wilayah Donbas dan Mariupol.

Baca juga: Empat Bus Berhasil Evakuasi Warga Mariupol, Seusai Beberapa Kali Gagal Dihadang Pasukan Rusia

Mariupol, kota pelabuhan yang penting secara strategis, tidak hanya karena aksesnya ke Laut Azov dan akses langsung dari pantai ke pantai yang akan diberikan kepada Rusia.

Pejabat pertahanan itu mengatakan Rusia berencana untuk merebut wilayah Luhansk dan Donetsk dengan menyerang dari utara melalui Kharkiv dan selatan melalui Mariupol.

Namun terlepas dari pengepungan intensif selama berminggu-minggu, Rusia tidak dapat sepenuhnya mengepung kota selatan.

Putin mengklaim kemenangan atas Mariupol pada Kamis (21/4/2022), meskipun fakta, ribuan pejuang perlawanan tetap berada di kota yang bersembunyi di terowongan jauh di bawah pabrik baja Azovstal.

Putin mengklaim tidak perlu membasmi pasukan perlawanan yang bersembunyi di bunker.

Sebaliknya mengarahkan pasukannya untuk memblokir zona industri ini sedemikian rupa sehingga bahkan seekor lalat pun tidak bisa terbang.

Baca juga: Ultimatum Rusia ke Pasukan Ukraina di Mariupol, Hidup atau Mati Berakhir, Hanya Lima Orang Menyerah

Pejabat senior pertahanan AS mengatakan AS akan melakukan apapun untuk membantu Ukraina di Mariupol tanpa tentara AS.

"Kami memberikan Ukraina setiap hari data intelijen dan informasi yang kami yakini akan membantu mereka, melawan Rusia serta meningkatkan kemampuan pertahanan," kata pejabat itu.

AS menyetujui $800 juta lagi dalam bantuan keamanan yang menurut pejabat senior pertahanan itu secara strategis direncanakan dengan para pejabat Ukraina untuk membantu dalam pertempuran di Donbas.

Meskipun pertempuran terus berlanjut di Ukraina timur, para pejabat AS telah memperingatkan tidak percaya Rusia telah benar-benar memulai serangan penuhnya di daerah.

Sekitar 85 kelompok taktis batalyon Rusia diyakini telah memasuki Ukraina Timur.(*)

Baca juga: VIDEO Putin Klaim Menang di Mariupol dan Stop Gempur Relawan Ukraina yang Sembunyi di Pabrik Baja

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved