Video
VIDEO Golek Tebu, Alat Peras Tebu Gaya Tradisional dari Takengon, Unik dan Miliki Cita Rasa Berbeda
Syahdiwan mengatakan, ide awal ia memeras air tebu dengan menggunakan alat tradisional tersebut, hanya karena ingin tampil beda dengan yang lain.
Penulis: Bagus Setiawan | Editor: Hari Mahardhika
Laporan Bagus Setiawan | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Pada bulan Ramadhan, tentu banyak dijumpai penjual air tebu untuk minuman berbuka puasa.
Namun ada yang berbeda dari Aceh Tengah. Jika biasanya menggiling atau memeras air tebu menggunakan mesin, tetapi tidak dengan Syahdiwan, seorang penjual tebu di Jalan Yos Sudarso, desa Tansaril, kecamatan Bebesen.
Syahdiwan malah memeras tebu dengan cara manual, yakni alat yang dikenal dengan nama "Golek Tebu".
Syahdiwan mengatakan, ide awal ia memeras air tebu dengan menggunakan alat tradisional tersebut, hanya karena ingin tampil beda dengan yang lain.
Kepada Serambinews.com, Syahdiwan mengaku, menggunakan alat golek tebu memang menghabiskan banyak tenaga dibandingkan mesin. Namun ia merasa bersemangat dalam menemukan cita rasa berbeda dari air tebu lainnya.
Amatan Serambinews.com, Syahdiwan dibantu enam orang pekerja secara bergantian menggiling batang-batang tebu yang mereka peroleh dari kawasan Blang Mancung.
Dalam sehari, Syahdiwan dapat menjual 100 hingga 150 bungkus air tebu hasil perasan alat tradisional ini dan perbungkusnya ia jual seharga Rp5 ribu.
Syahdiwan mulai membuka lapaknya mulai setelah zuhur hingga lima menit sebelum berbuka puasa.
Di penghujung perbincangan, Syahdiwan mengatakan bahwa, ia merencanakan pada bulan puasa tahun depan akan membawa Golek Tebu ini untuk 'bersaing' cita rasa di Kota Banda Aceh. (*)
Narator: Suhiya Zahrati
Video Editor: Hari Mahardhika