Minggu, 12 April 2026

Internasional

Rusia Tegaskan Kebijakan Barat Akan Hancurkan Ukraina ke Dalam Perpecahan

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia yang berpengaruh, Selasa (26/4/2022) mengatakan kebijakan pemerintah Barat dan Ukraina mengarah pada pecahnya negara U

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina duduk di sebelah mobil yang hancur di Irpin, terkena serangan Rusia. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Sekretaris Dewan Keamanan Rusia yang berpengaruh, Selasa (26/4/2022) mengatakan kebijakan pemerintah Barat dan Ukraina mengarah pada pecahnya negara Ukraina.

Komentar dari Nikolai Patrushev merupakan peringatan, perang Rusia di Ukraina dapat menyebabkan perpecahan Ukraina, di mana Moskow akan berusaha menyalahkan lawan-lawannya.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar pemerintah Rossiyskaya Gazeta, Patrushev, sekutu utama Presiden Vladimir Putin mengatakan Amerika Serikat (AS) telah berusaha menanamkan kebencian terhadap segala sesuatu yang berbau Rusia di Ukraina.

"Namun, sejarah mengajarkan kebencian tidak pernah bisa menjadi faktor yang dapat diandalkan dalam persatuan nasional," kata Patrushev, seperti dilansir Reuters.

"Jika sesuatu hari ini menyatukan orang-orang yang tinggal di Ukraina, itu hanya ketakutan akan kekejaman batalyon nasionalis," kata Patrushev.

Baca juga: Korban Selamat Serangan Rusia, Pria Ukraina Sebut Melihat Pasukan Rusia Menembaki Warga Sipil

Seuah referensi ke unit angkatan bersenjata Ukraina yang dicap Moskow sebagai Nazi, bagian dari alasan yang dinyatakan untuk menyerang negara itu. .

Oleh karena itu akibat dari kebijakan Barat dan Kiev hanya dapat berupa disintegrasi Ukraina menjadi beberapa negara bagian, katanya seperti dikutip.

Komentarnya, hampir sembilan minggu setelah perang, memberikan indikasi terbaru bahwa Moskow.

Meskipun pada awalnya mengatakan mereka tidak berniat untuk menduduki Ukraina, tetapi akan memecah belah negara itu.

Setelah dipukul mundur dalam upaya awal untuk menyerbu Kiev, pasukan Rusia berkumpul kembali untuk apa yang dikatakan Moskow sebagai kampanye untuk membebaskan wilayah Donbas.

Pekan lalu seorang jenderal Rusia melangkah lebih jauh, dengan mengatakan Rusia akan mengambil alih seluruh timur dan selatan negara itu.(*)

Baca juga: Boris Johnson Peringatkan Sekjen PBB, Vladimir Putin Akan Memanipulasi Kunjungan Gutteres ke Rusia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved