Breaking News:

Otomotif

Miliki Saham Terbesar, Arab Saudi Pesan 100.000 Mobil Listrik Dari Pabrikan Lucid Motors Asal AS

Kerajaan Arab Saudi mengumumkan menandatangani perjanjian dengan Lucid Motors untuk membeli minimal 50.000 sampai 100.000 mobil listrik selama periode

Editor: M Nur Pakar
Supplied
Mobil Listrik Lucid yang dipesan Arab Saudi 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mengumumkan menandatangani perjanjian dengan Lucid Motors untuk membeli minimal 50.000 sampai 100.000 mobil listrik selama periode sepuluh tahun.

Hal itu dalam upaya untuk mendiversifikasi armadanya agar lebih ramah lingkungan.

“Kesepakatan ini menjadi langkah signifikan untuk mendukung tujuan Visi 2030 termasuk diversifikasi dan transformasi ekonomi, masyarakat dan kehidupan masyarakat Arab Saudi," kata kementerian keuangan Saudi dalam sebuah pernyataan.

"Kami akan membangun sektor baru yang sesuai untuk masa depan dan menciptakan lapangan kerja terampil untuk generasi mendatang," tambahnya.

"Itu juga sejalan dengan Inisiatif Hijau Saudi dan Inisiatif Hijau Timur Tengah,” jelasnya.

Dilansir ArabNews, Rabu (27/4/2022), Dana kekayaan berdaulat Saudi, juga dikenal sebagai PIF, memiliki saham yang cukup besar di Lucid, yang telah dipilih.

Baca juga: Toyota Segera Produksi Mobil Hybrid, Bertenaga Bensin dan Listrik di Indonesia

"Mereka sedang membangun pabrik untuk merakit kendaraan ini di dalam Kerajaan, yang akan beralih waktu untuk produksi penuh," katanya.

Arab Saudi sedang mendirikan pabrik kendaraan listrik pertamanya di negara itu dengan Lucid.

Kerajaan berencana untuk memastikan 30 persen dari semua kendaraan di ibu kota Riyadh menggunakan listrik pada tahun 2030.

Pabrik yang pertama untuk Lucid di luar AS di Arab Saudi akan memiliki kapasitas untuk memproduksi hingga 150.000 kendaraan listrik setiap tahun.

Dilansir ArabNews, Rabu (27/4/2022), hal itu akan membantu Arab Saudi mewujudkan ambisinya untuk menjadi basis manufaktur regional dan global utama untuk kendaraan listrik generasi berikutnya.

“Arab Saudi menempatkan pesanan ini sekarang, karena permintaan kendaraan listrik tinggi," ujarnya.

Baca juga: Toyota Segera Produksi Mobil Hybrid, Bertenaga Bensin dan Listrik di Indonesia

"Banyak pemerintah lain sedang mempertimbangkan untuk menerima pesanan," ungkapnya.

"Ini juga memberi Arab Saudi kesempatan untuk bekerja dengan Lucid dalam pengembangan model dan kendaraan baru yang sesuai dengan kebutuhan Kerajaan," tutup pejabat Kementerian Keuangan Arab Saudi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved