Breaking News:

Kupi Beungoh

Manfaat Puasa dari segi Psikologis

Seperti kita ketahui bersama tidak hanya umat Islam saja yang melakukan Puasa, namun agama lain juga turut menjalankan puasa hanya saja tata cara dan

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Mira Delvia Basri, mahasiswa Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat USK 

Oleh: Mira Delvia Basri*)

Bulan suci Ramadan 1443 Hijriah tidak terasa sebentar lagi akan segera berakhir dan tentunya seluruh umat Islam saling berlomba untuk meningkatkan iman dan taqwa serta mencari keberkahan, ampunan dan rahmat serta kasih sayang dari Allah Swt. Seperti dinyatakan pada QS Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Wahai orang beriman! Kamu diwajibkan ber puasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang yang sebelum, supaya kamu bertakwa”.

Seperti kita ketahui bersama tidak hanya umat Islam saja yang melakukan Puasa, namun agama lain juga turut menjalankan puasa hanya saja tata cara dan pelaksanaannya yang berber-beda.

Umumnya puasa Ramadhan dikaitkan dengan usaha untuk memenuhi perintah Allah Swt. Dalam perkembangannya, puasa di fungsikan bermacam-macam diantaranya adalah menurunkan berat badan, menjaga kesehatan, meningkatkan kecantikan dan menyembuhkan penyakit, ternyata puasa juga memberikan ragam manfaat pada kesehatan jiwa atau psikologis bagi yang menjalankannya.

Cara Bikin Lontong Bungkus Daun Pisang Rumahan, Padat dan Lembut, Lakukan Ini Sebelum Dibungkus

Seorang pakar pengobatan di Amerika Serikat Dr Alan Cott, hasil penelitian psikologinya membuktikan bahwa puasa mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang.

Dan Sebuah studi yang berjudul Physiological Changes during fasting in Ramadhan menunjukkan beberapa manfaat dari puasa, saat ber puasa jumlah sel darah merah dan sel darah putih meningkat dan kolesterol menurun.

Selain itu puasa juga memiliki manfaat pada psikologis, saat ber puasa tubuh mengeluarkan hormon-hormon yang dapat membantu memperbaiki rasa cemas, menjaga suasana hati hingga mengurangi stres.

Puasa mengubah mood

Salah satu manfaat puasa secara psikologis adalah membantu meningkatkan suasana hati (mood) yang positif, dengan ber puasa kita bisa mengendalikan diri atau self control.

Pada minggu awal puasa Ramadhan tubuh mulai beradaptasi dengan rasa lapar yang melepaskan sejumlah besar hormon katekolamin yang membuat perasaan menjadi lebih baik.

Katekolamin adalah sekelompok hormon serupa yang dilepaskan ke aliran darah sebagai respons untuk mengatasi terhadap perasaan stres fisik dan emosional.

Aspek pengendalian diri merupakan salah satu komponen utama bagi mewujudkan kesehatan jiwa yang sehat. Seseorang yang memiliki psikologis dan jiwa yang sehat akan mampu mengendalikan dirinya dengan baik.

Jika seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya maka sering timbul pikiran, perilaku dan perasan negatif yang dapat menyebabkan terjadinya hubungan yang tidak harmonis dengan dirinya sendiri dan orang di sekitarnya.

Dalam Hadist Riwayat Buhari menyebutkan bahwa, “Puasa itu bukanlah sekedar menahan diri dari makan dan minum, tetapi sesungguhnya puasa itu adalah mencegah diri dari segala perbuatan yang sia-sia serta menjauhi dari perbuatan-perbuatan yang kotor dan keji”

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved