Breaking News:

Kupi Beungoh

Manfaat Puasa dari segi Psikologis

Seperti kita ketahui bersama tidak hanya umat Islam saja yang melakukan Puasa, namun agama lain juga turut menjalankan puasa hanya saja tata cara dan

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Mira Delvia Basri, mahasiswa Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat USK 

Mengendalikan stres

Manfaat psikologis lainnya adalah bisa mengurangi stres dan rasa cemas yang berlebihan. Ini disebabkan karena ketika ber puasa produksi enzim pada otak menjadi meningkat. Enzim tersebut menirukan efek obat anti-depresi sehingga dapat berpengaruh menurunkan tingkat stres dan juga kecemasan yang berlebihan pada diri seseorang.

Menurut Kartono proses kehidupan psikis manusia selalu diikuti oleh ketiga aspek psikologis yaitu aspek kognitif, aspek emosional atau perasaan dan aspek kemauan atau hubungan interpersonal. Berdasarkan komponen tersebut, puasa di bulan Ramadan diharapkan dapat melatih fisik, emosi, kognitif dan spiritual agar  melakukan perubahan kearah yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam.

Ramadhan juga mendidik diri untuk lebih menghayati konsep hablun min Allah (hubungan dengan Allah) dan konsep hablun minannas (hubungan sesama manusia).

Hubungan ini hendaknya tetap terjalin dan menjadi kebiasaan antar sesama walaupun bulan Ramadhan telah berakhir.

Selain meningkatkan ibadat kepada Allah SWT, puasa juga mendidik pribadi seseorang untuk saling berbagi, memperbanyak sedekah yang mampu membersihkan diri dari sifat sombong dan takabur.

Memperbaiki karakter

Ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan mempunyai orientasi pada pembentukan karakter diri seseorang menuju derajat yang mulia yaitu takwa di hadapan Allah Swt, sehingga orang yang menjalankan puasa atas dasar iman dan keyakinan kepada Allah Swt maka di akhir hayat nanti akan ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi-Nya.

Saat ber puasa biasanya seseorang akan menghindari diri dari karakter yang kurang baik seperti berbohong, marah dan karakter lainnya. Apalagi di bulan Ramdhan untuk mendapatkan pahala yang penuh karakter tersebut sangat dihindari. Seperti yang ditegaskan dalam sabda Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim, “Ber puasalah maka kamu akan sehat” dengan ber puasa akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial.

Orang yang ber puasa dapat merasakan bagaimana lapar, haus dan dahaga di siang hari sebagaimana dirasakan oleh orang-orang yang nasibnya kurang beruntung. Dengan ikut merasakan hal tersebut diharapkan muncul empati dan terbentuk karakter diri menuju kearah yang positif.

Sebenarnya masih banyak lagi kelebihan puasa dari aspek kesehatan, emosi dan psikologis, agar manfaat ber puasa dari segi Psikologis dapat dirasakan secara optimal penulis menyarankan agar senantiasa menjaga kesehatan fisik dengan melakukan aktivitas fisik sederhana, makan-makanan yang bergizi serta istirahat cukup dan senantiasa menumbuhkan keyakinan akan manfaat ber puasa bagi diri kita agar puasa terasa lebih bermakna.

*) PENULIS adalah Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved