Breaking News:

Internasional

Erdogan Kunjungi Arab Saudi, Peluk Mohammed bin Salman, Ingin Perbaiki Keretakan Kedua Negara

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Arab Saudi dalam upaya memperbaiki keretakan kedua negara itu.

Editor: M Nur Pakar
AP/Bandar Aljaloud/Istana Kerajaan Saudi
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) memeluk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sebelum pertemuan di Jeddah, Arab Saudi pada Kamis (28/4/2022) malam. 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Arab Saudi dalam upaya memperbaiki keretakan kedua negara itu.

Erdogan langsung memeluk Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan menyeruput kopi Arab tradisional dengan Raja Salman sebelum makan malam kenegaraan.

Pembicaraan Erdodan dan Kerajaan berlangsung hingga Jumat (29/4/2022) dinihari.

Sebelumnya, kasus pembunuhan kolumnis Jamal Khashoggi oleh agen Arab Saudi di Istanbul membuat hubungan tegang dan goyah antara Turki dan Arab Saudi.

Tampaknya Turki dan Arab Saudi berusaha membangun jembatan dan melanjutkan untuk hubungan baik.

Erdogan menjadi perjalanan pertamanya ke Arab Saudi dalam lima tahun terakhir ini untuk memulihkan hubungan antara dua kekuatan Muslim Sunni tersebut, lansir AP, Jumat (29/4/2022).

Dilaporkan, upaya diplomatik Turki bertepatan dengan krisis ekonomi terburuk negara itu dalam dua dekade.

Memiliki negara-negara Teluk Arab yang kaya sebagai sekutu dapat membantu menarik investasi.

Baca juga: Miliki Saham Terbesar, Arab Saudi Pesan 100.000 Mobil Listrik Dari Pabrikan Lucid Motors Asal AS

Turki juga telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan hubungan dengan Mesir dan Israel.

Setelah memperbaiki hubungan dengan Uni Emirat Arab , Abu Dhabi mengumumkan dana $10 miliar untuk mendukung investasi di Turki dan membuat langkah lain untuk mendukung ekonomi.

Inflasi resmi mencapai 61 % yang mengejutkan sementara nilai lira jatuh 44 % terhadap dolar tahun lalu.

Angka-angka ini bukan pertanda baik bagi Erdogan, yang cengkeramannya pada kekuasaan dapat terancam oleh kesengsaraan ekonomi negara itu.

Turki dijadwalkan mengadakan pemilihan tahun depan.

Sebaliknya, Arab Saudi menikmati tahun ekonomi yang luar biasa dengan cadangan devisanya diperkirakan akan meningkat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved