Breaking News:

Arkeologi

Arkeolog Temukan Sisa-sisa Dua Kerajaan Kuno yang terlupakan di Arab Saudi

Kerajaan Dadan disebutkan dalam kitab Perjanjian Lama. Sedangkan kerajaan Lihyan adalah salah satu kerajaan yang terbesar pada masanya.

Editor: Taufik Hidayat
Reuters/Ahmed Yosri
Arkeolog sedang membersihkan tembikar dari kerajaan kuno yang ditemukan di Al Ula. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Dadan dan Lihyan, dua kerajaan kuno yang telah lama terlupakan di Arab Saudi, telah ditemukan. Kini para arkeolog sedang menggali sisa-sisa dua kerajaan kuno itu di tengah gurun gersang dan pegunungan Al Ula di barat laut Arab Saudi.

Tim arkeolog dari Prancis dan Arab Saudi sekarang sedang berfokus pada penggalian lima situs yang berdekatan di Al Ula, yang mereka yakini terkait dengan peradaban Dadan dan Lihyan itu. Kedua kerajaan itu merupakan kekuatan regional penting yang berkembang 2.000 tahun yang lalu.

Kerajaan Dadan disebutkan dalam Perjanjian Lama. Adapun kerajaan Lihyan adalah salah satu kerajaan yang terbesar pada masanya. Kerajaan ini membentang dari Madinah di selatan hingga Aqaba di utara di Yordania modern, menurut Komisi Kerajaan Saudi yang menangani proyek penggalian arkeologi tersebut.

Kerajaan-kerajaan itu mengendalikan rute perdagangan penting kira-kira selama 900 tahun hingga tahun 100 Masehi. Namun masih sangat sedikit yang para peneliti ketahui terkait dua kerajaan kuno itu.

Dalam upaya penggalian terbaru ini, tim peneliti berharap dapat belajar lebih banyak tentang ritual ibadah, kehidupan sosial, dan ekonomi orang-orang dari kedua kerajaan tersebut.

Penggalian-penggalian sebelumnya di area Al Ula untuk menyelidiki sisa-sisa kedua kerajaan itu, terbatas pada area cagar alam utama, kata Jerome Rohmer. Dia adalah seorang peneliti dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (National Center for Scientific Research) yang terlibat dalam proyek penggalian ini.

"Kami ingin memiliki gambaran menyeluruh tentang kronologi situs tersebut, tata letak situs, budaya materialnya, ekonominya," ucap Rohmer.

"Ini adalah proyek komprehensif di mana kami pada dasarnya mencoba menjawab semua pertanyaan ini."

Dorongan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk mengubah ekonomi dan masyarakat negaranya, membuat Al-Ula menjadi terkenal. Kerajaan Arab Saudi ingin mulai mengandalkan sektor pariwisata karena mencoba membuka diri kepada dunia dan mendiversifikasi ekonominya jauh dari sektor minyak saja.

Pembangunan Al-Ula merupakan bagian dari upaya melestarikan situs warisan pra-Islam untuk menarik wisatawan non-Muslim dan memperkuat identitas nasional Arab Saudi. Al-Ula, yang jadi lokasi penggalian dua kerajaan kuno itu, kini telah menjadi destinasi wisata terkenal di Arab Saudi yang telah dibuka untuk umum sejak 2019.

Al-Ula dianggap juga sebagai ibu kota Arab kuno. Wilayah ini terutama dikenal dengan keberadaan makam megah Madain Saleh. Madain Saleh adalah Situs Warisan Dunia pertama Arab Saudi yang diakui oleh UNESCO.

Situs Madain Saleh dibangun oleh penduduk kuno Arabia, bangsa Nabatea, dengan memotong batu-batu besar di wilayah tersebut. Orang-orang Nabatea juga pernah membangun Petra, situs arkeologi megah lainnya yang terletak di wilayah gurun yang kini menjadi bagian Yordania.

Belum diketahui apa yang menyebabkan kepunahan peradaban Dadan dan Lihya. Namun menurut Abdulrahman Al-Sohaibani, arkeolog yang memimpin misi arkeologi Dadan, "Ini adalah proyek yang benar-benar mencoba untuk membuka misteri peradaban-peradaban (ini)."(NationalGeographic)

Baca juga: Ribuan Umat Muslim Turki Shalat Idulfitri di Masjid Hagia Sophia

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved