Berita Banda Aceh
Pria Bireuen Ditemukan Meninggal di Masjid Jamik Baitussalihin Ulee Kareng, Ini Penjelasan Polisi
M Nazir Aziz (52) ditemukan meninggal dunia di dalam Masjid Jamik Baitussalihin Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (6/5/2022) pagi tadi.
Penulis: Misran Asri | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Innalillahi wainailahi rajiun, M Nazir Aziz (52) warga Desa Tanjung Nie, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, ditemukan meninggal dunia di dalam Masjid Jamik Baitussalihin Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (6/5/2022) pagi tadi.
Pria yang berprofesi sebagai mekanik tersebut sudah dalam keadaan terbujur kaku. Dugaan korban meninggal dunia akibat penyakit lambung yang diidap dan dikeluhkan selama ini.
Demikian Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK, melalui Kasat Reskrim Kompol Ryan Citra Yudha, SIK, yang dikonfirmasi Serambinews.com.
Kompol Ryan mengatakan jasad korban yang sudah terbujur pertama kali diketahui oleh Muhajir, bilal masjid yang sedang membersihkan masjid tersebut sekitar pukul 08.00 WIB.
Baca juga: Tragedi Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Farhan Kembali kepada Allah di Hari yang Suci dengan Luka Gorok
"Pada saat ditemukan mayat M Nazir Aziz terlihat dalam posisi terbaring dan saksi korban sudah tidak bergerak sama sekali dan dipenuhi semut," sebut Kompol Ryan.
Melihat sesuatu hal yang tak beres dan terjadi pada diri korban, bilal masjid itupun bergegas menuju ke polsek Ulee Kareng dan melaporkan hal tersebut.
"Dari keterangan para saksi menyebutkan korban sering tidur di masjid. Lalu, dari hasil olah TKP di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," terang Kompol Ryan didampingi Kapolsek Ulee Kareng, Iptu Roby Afrizal SH.
Selama ini, tambah Iptu Roby korban sudah sering diingatkan untuk tidak tidur di masjid, tapi almarhum tetap saja tidur di sana.
Baca juga: Kisah Pria Tua Makan Sendirian di Restoran, Pesan 8 Porsi Makanan,Pelanggan Lain Menangis Melihatnya
Setelah jenazah dievakuasi, jasad M Nazir tetap dibawa ke rumah sakit umum Zainoel Abidin.
Tapi, keluarga korban menolak untuk divisum dan mengaku ikhlas dengan kejadian itu serta meminta mayat dibawa pulang.
Terhadap penolakan itu pihak Polsek Ulee Kareng pun membuat surat pernyataan penolakan visum dari keluarga.
Hal dimaksud untuk mengantisipasi agar tidak muncul komplain d kemudian hari dari pihak keluarga.(*)
Baca juga: VIDEO - Rusia Gladi Parade Kemenangan Perang Dunia ke 2