Berita Politik
Prabowo Dekati Tokoh NU, Pengamat: Karena Ditinggalkan PA 212
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mulai mendekati tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dengan melakukan kujungan safari Idul Fitri
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mulai mendekati tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dengan melakukan kujungan safari Idul Fitri sejak beberapa hari terakhir.
Prabowo juga dipastikan bakal menemui Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Hal ini dipastikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Irfan Yusuf Hasyim.
"Insya Allah jadi, cuma saya belum dapat info schedule-nya," ujar Irfan, Sabtu (7/5/2022).
Irfan menyebut dirinya saat ini sedang berada di wilayah Banten, sehingga dia belum mendapat kabar terbaru terkait kunjungan Prabowo ke tokoh NU itu.
Sebelumnya dalam beberapa hari terakhir, Prabowo berkunjung ke beberapa lokasi di Jawa Timur dan bertemu keluarga NU.
Di antaranya Prabowo bertemu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indra Parawansa di Surabaya.
Menteri Pertahanan itu juga berkunjung ke Pondok Pesanten Tebuireng, Jombang, dan berziarah ke makam Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Dari Tebuireng, Prabowo meneruskan safarinya ke Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, yang juga berada di Jombang.
Prabowo direncanakan bertemu Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar pada Kamis sore kemarin, namun ditunda.
Baca juga: Prabowo Silaturahmi ke Megawati, Dinilai Pencanangan Duet dengan Puan Maharani dalam Pilpres 2024
Baca juga: Silaturahmi Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo hingga Makan Opor Bersama di Hari Raya Idul Fitri
Jadwal pertemuan akan diatur lagi di Jakarta setelah Prabowo kembali dari Jawa Timur.
Irfan menerangkan, pertemuan Prabowo dan Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU Yahya Staquf akan dilangsungkan pada hari libur, baik Sabtu maupun Minggu.
Sebab, Prabowo tidak ingin menggunakan hari kerja untuk kegiatan di luar kementerian.
Irfan juga mengatakan bahwa kunjungan Prabowo ke Jawa Timur dilakukan pada masa cuti Lebaran.
Menurut dia Prabowo sama sekali tidak menggunakan fasilitas negara dalam kunjungan ini, baik pesawat maupun helikopter yang digunakan.
Berbalik melawan
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai manuver Prabowo tersebut untuk mencari dukungan politik yang tergerus akibat ditinggalkan basis pendukungnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Persatuan Alumni atau PA 212.
PA 212 mencabut dukungannya karena Prabowo memutuskan bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Kita tahu di Pilpres 2019 lalu Prabowo didukung kelompok 212, dan saat ini antara Prabowo dengan kelompok 212 sedang bermusuhan.
Jadi suka tak suka, senang tak senang, mencari dukungan ke kelompok lain.
Nah, kelompok itu NU," ujar Ujang.
Ujang menerangkan, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi masyarakat Islam dengan jumlah anggota terbesar di Indonesia.
Dengan mendekatinya, Ujang menduga Prabowo sedang menggalang dukungan agar elektabilitasnya semakin naik jelang Pemilu 2024.
"Dengan kelompok Islam 212 kan sudah cerai.
Maka pilihannya ke kelompok NU.
Bukan hanya memperluas (jumlah dukungan), tapi untuk mengganti dukungan dari kelompok 212 yang sudah menjauh dari Prabowo," ucap Ujang.
Ujang bahkan menilai PA 212 akan menjadi basis masa lawan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024.
Menurutnya, PA 212 yang terluka akan semakin sakit hati setelah Prabowo mencoba mencari dukungan dari NU.
"Kelompok 212 akan makin sakit hati dan akan mati-matian kontra dengan Prabowo di Pilpres 2024 nanti," pungkas Ujang.
Ustaz Slamet: Dukung? Belum Kepikiran
Safari Prabowo pada para ulama itu ternyata belum bisa menarik perhatian Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk memberikan dukungan di Pilpres 2024 nanti.
Sekretaris Majelis Syuro PA 212, Ustaz Slamet Ma'arif menanggapi dingin manuver politik Prabowo tersebut.
Ia mengaku ‘senang’ meskipun Prabowo belum pernah mengunjungi Habib Rizieq Shihab (HRS) yang saat ini sedang menjalani pidana penjara.
"Ikut seneng aja dah yang silaturahmi dengan ulama," ujar Slamet, Kamis (5/5/2022).
Saat disinggung apakah akan kembali memberikan dukungan kepada Prabowo jika kembali maju sebagai calon presiden (Capres) di Pilpres 2024, Slamet mengatakan pihaknya belum kepikiran tentang itu.
"Dukung (di Pilpres 2024)? Belum kepikiran," pungkas Slamet Tahun 2021 lalu, Slamet Ma'arif mengakui tidak akan mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Ada beberapa pertimbangan yang membuat pihaknya tidak akan mendukung Prabowo jika kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2024 mendatang.
Salah satu pertimbangan itu, dia mengungkapkan, Prabowo dinilai sulit memenangkan pertarungan walaupun dipasangkan dengan siapa pun.
"Saya yakin PS (Prabowo Subianto) diusung atau dipasangkan dengan siapa pun sangat amat sulit bisa memenangkan pertarungan di 2024," katanya sebagaimana diberitakan merdeka.com, Rabu (16/6/2021). (tnr/rmol)
Baca juga: Silaturahmi Prabowo Kental Nuansa Politik, PDI-P: Tidak Ada Pembicaraan Politik
Baca juga: Hasil Survei Capres 2024: Airlangga Hartarto Unggul Jika Head to Head dengan Prabowo dan Ganjar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menteri-pertahanan-prabowo-subianto.jpg)