Minggu, 12 April 2026

Daging Halal

Masjid Agung Al-Falah Hadirkan Supervisor Halal State dari Australia Terkait Sembelih Hewan Halal

Patut diketahui, Imam Arif Munandar merupakan putra ketiga dari lima bersaudara dari H Muhelmi dan Hj Elyana asal Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota

Penulis: Idris Ismail | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/IDRIS ISMAIL
Supervisor halal state dari industri daging Australia Imam Arif Munawar SE (kiri) memberikan tausiah proses menyembelih hewan yang halal dan higienis kepada ratusan jamaah Safari Subuh masjid Agung Al-Falah Kota Sigli, Pidie, Selasa (10/5/2022) yang turut didampingi ketua Bidang Imarah Dr H Amri Fatmi Anzis Lc MA (kanan). 

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pengurus Masjid Agung Al-Falah Kota Sigli, Pidie mengundang secara khusus supervisor halal state dari industri daging di Australia Imam Arif Munawar SE untuk memberi kajian, edukasi dan demontrasi kiat penyembelihan daging hewan secara halal dan higienis, Selasa (10/5/2022) kepada ratusan para jamaah Safari Subuh.

Ketua Bidang Imarah (Kemakmuran) Masjid Agung Al-Falah Kota Sigli, Dr H Amri Fatmi Anzis Lc MA kepada Serambinews.com, Selasa (10/5/2022) mengatakan, undangan untuk mengisi tausiah terhadap edukasi penyembelihan daging hewan secara halal dan higienis kepada ratusan jamaah ini sebagai langkah awal untuk dalam menghadapi lebaran Idul Adha 1443 H.

"Kondisi pada lebaran Idul Adha nantinya turut menghadirkan ratusan ternak dan bahkan ribuan ternak yang bakal disembelih dan diserahkan kepada masyarakat yang berhak sehingga prosesi sembelih ini patut mendapat edukasi dari sosok ahli sembelih dari luar negeri dengan penerapan pola syariah Islam yaitu yang benar dan higienis Supervisor Halal State dari Australia, Imam Arif Munawar SE," sebutnya.

VIDEO Meunasah di Kenwick Dipadati Warga Aceh sampai Hadir Aa Gym, Laksanakan Halal Bihalal

Patut diketahui, Imam Arif Munandar merupakan putra ketiga dari lima bersaudara dari H Muhelmi dan Hj Elyana asal Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli Pidie yang telah menetap di negeri Kangguru selama lima tahun terakhir dan menjabat sebagai jabatan supervisor dalam dua tahun ini pada industri daging di Australia.

Maka secara khusus dihadirkan dalam tausiah atau edukasi guna memberikan proses sembelihan hewan secara syariat Islam.

Program tersebut telah dijalani oleh manajemen Masjid di Perth Australia serta diterapkan kepada masyarakat dengan pengawasan pihak tim masjid.

"Kiranya juga pola ini dapat diterapkan oleh Masjid Agung Al-Falah Kota Sigli dengan dukungan penuh pimpinan daerah serta pihak terkait sehingga dapat mengawal pada setiap rumah potong ternak secara halal dan higienis," jelasnya.

Sementara Imam Arif Munawar secara terpisah kepada Serambinews.com Selasa (10/5/2022) mengatakan, Aceh sebagai daerah yang memegang syariat Islam yang kokoh maka penekanan tahapan sembelih konsumsi daging yang halal menjadi kewajiban dijalani.

"Di antaranya yang patut diketahui adalah hendaklah disembelih dengan cara yang bijak, menajamkan alat penyembelihan serta dengan kondisinya yang santai atau rileks," jelasnya

Menurut Imam Muarif Munawar, umumnya penyembelihan binatang di Australia tetap mengacu pada manual book atau paduan yang sesuai syariat Islam.

Maka program ini semata-mata untuk para pengusaha yang memproduksi daging halal. Yang pertama sekali adalah seorang penyembelih mesti orang yang mendirikan shalat lima waktu dengan disiplin.

Maka patut dicamkan juga bagi siapa pun yang menyembelih binatang yang tidak shalat maka akan memberikan dampak besar bagi dirinya dan konsumen.

"Barang siapa yang mengkonsumsi daging yang tidak halal maka ia tidak layak masuk syurga," jelasnya.

Selanjutnya penyembelih perlu melakukan pengecekan kondisi binatang, yaitu jiwanya, apakah kondisi happy atau merasa tidak tersakiti atau mengutamakan hak asasi bintang dengan ada unsur penyakit, pengecekan suhu.

Pada intinya jika memang ditemukan ada pengusaha produk daging atau penyembelih yang kurang bersyarat maka patut dilakukan edukasi kembali agar hasil yang daging menjadi benar-benar halal dan teksturnya segar.

"Jadi jangan ada banyak pihak yang dirugikan dengan penyembelihan yang tidak benar atau tidak sesuai syariat," ungkapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved