Breaking News:

Internasional

Liga Arab Kecam Klaim Israel Terkait Al Aqsa dan Kota Yerusalem

Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menyatakan penolakan totalnya terhadap setiap upaya Israel untuk mengubah status quo historis

Editor: bakri
AFP
Polisi Israel bersiap untuk mengamankan pintu masjid al-Aqsa selama bentrokan pada 5 Mei 2022 di kompleks yang merupakan situs tempat tersuci ketiga Islam dan situs tersuci Yudaisme, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, di Old Kota Yerusalem. Bentrokan meletus antara Israel dan Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa Yerusalem, setelah ketegangan 10 hari di tempat suci itu mereda, kata polisi Israel. 

KAIRO - Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menyatakan penolakan totalnya terhadap setiap upaya Israel untuk mengubah status quo historis dan hukum Yerusalem.

Sikap Abdoul Gheit muncul sebagai tanggapan atas klaim Israel atas Masjid Al Aqsa dan Yerusalem.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan bahwa negaranya adalah penguasa atas Yerusalem, terlepas dari pertimbangan eksternal apa pun.

Ia dan otoritas pendudukan disebutnya akan mengambil semua keputusan terkait dengan Masjid Al Aqsa dan kotanya.

Dilansir dari Arab News, Selasa (10/5/2022), Ketua Liga Arab menyesalkan upaya Israel untuk melanggar status quo di Masjid Al Aqsa yang membatasi hak shalat hanya bagi umat Islam.

Hal ini dikatakannya dapat memicu siklus kekerasan yang mengancam keamanan dan stabilitas di kawasan itu.

Sebuah sumber resmi di sekretariat umum liga mengutip Aboul Gheit yang mengatakan, “Pembicaraan tentang dugaan kedaulatan Israel atas Yerusalem Timur dan tempat-tempat suci Islam dan Kristennya merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, dan pelanggaran resolusi legitimasi internasional yang tidak seorang pun kenali.

” Sumber itu menambahkan bahwa Aboul Gheit menekankan posisi tegas Liga Arab dalam membela hak-hak Palestina dan mendukung rakyat Palestina, kepemimpinan dan institusi mereka dalam membela Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina.

Baca juga: Bentrokan Kembali Terjadi, Pasukan Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa, 16 Warga Palestina Terluka

Baca juga: Bentrokan Pecah Lagi di Kompleks Masjid Al-Aqsa, 12 Warga Palestina Terluka Diserang Polisi Israel

Baru-baru ini tindakan Israel kepada rakyat Palestina semakin menjadi-jadi, seperti keputusan Mahkamah Agung Israel yang membuka jalan bagi pembongkaran delapan desa kecil di Masafer Yatta.

Ini adalah sebuah daerah yang terletak di selatan terjauh provinsi Hebron di Tepi Barat yang diduduki.

Sebagai hasil dari keputusan ini, sekitar 1.200 warga Palestina di daerah itu menghadapi risiko pemindahan paksa yang akan segera terjadi.

Tindakan yang juga berarti penghancuran komunitas mereka.(republika.co.id)

Baca juga: Ulama Palestina Ikut Iktikaf di Tamiang, Ceritakan Kekejaman Israel dan Keutamaan Masjid Al Aqsa

Baca juga: Puluhan Jamaah Lemas Kehabisan Nafas, Bentrokan Pecah Lagi di Al-Aqsa

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved