Wabah PMK

95 Sapi di Aceh Besar Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, Terbanyak di Lhoknga dan Montasik

Kata Firdaus SP, jumlah ternak yang terkena wabah PMK 95 ekor tersebar di 6 kecamatan. Namun, hingga saat ini belum ada laporan ternak sapi petani yan

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP. 

Laporan Asnawi Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Ternak sapi di enam dari 23 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Dari 6 Kecamatan, terbanyak terkena virus PMK dari Kecamatan Lhoknga mencapai 48 ekor dan kemudian disusul Kecamatan Montasik 22 ekor, Ingin Jaya 16 ekor, Indrapuri dan Krueng Barona Jaya masing-masing 4 ekor dan Kecamatan Sukamakmur satu ekor," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Jakfar SP didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Firdaus SP, kepada Serambinews.com, Sabtu (14/5/2022).

Kata Firdaus SP, jumlah ternak yang terkena wabah PMK 95 ekor tersebar di 6 kecamatan. Namun, hingga saat ini belum ada laporan ternak sapi petani yang mati akibat virus PMK.

Menurut Kadistan Aceh Besar, Jakfar SP, terhadap wabah PMK ini, Distan Aceh Besar melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui petugas kesehatan hewan yang ada di Kecamatan.

VIDEO Cegah PMK, Petugas Periksa Sapi di Peternakan di Banda Aceh

Mereka mengedukasi masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri virus PMK.

Ternak sapi yang terkena virus PMK harus diisolasi agar tidak menular ke ternak yang lainnya.

Pihak Distan Aceh Besar juga memberikan obat-obatan atau vitamin untuk ternak yang terkena virus PMK.

Petugas kesehatan hewan melakukan pengobatan dengan obat penstrep, Gluecortine, Sulpidon dan Vitamin C.

Kadistan Aceh Besar mengimbau peternak agar tidak melepasliarkan ternaknya guna mencegah dan virus PMK.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved