Internasional
Ukraina Tuduh Rusia Mencuri Ribuan Ton Gandum, Dijual ke Pasar Global
Kementerian Luar Negeri Ukraina menuduh Rusia mencuri gandum dan mencoba menjualnya di pasar global.
SERAMBINEWS.COM, KIEV - Kementerian Luar Negeri Ukraina menuduh Rusia mencuri gandum dan mencoba menjualnya di pasar global.
Hal itu mengutip perkiraan resmi yang menunjukkan Rusia mungkin telah mencuri 400.000 hingga 500.000 metrik ton biji-bijian yang harganya lebih dari $ 100 juta.
Ditegaskan hampir semua kapal yang meninggalkan Sevastopol dengan muatan biji-bijian membawa biji-bijian yang dicuri dari Ukraina,, mengacu pada pelabuhan utama di Laut Hitam.
Tantangan utama saat ini, terdapat perbedaan lebar rel kereta api antara Ukraina dan negara-negara Uni Eropa.
Karena gerbong kereta api Ukraina tidak cocok dengan sebagian besar jaringan UE, sehingga barang perlu dipindahkan ke truk atau gerbong lain.
Uni Eropa mengatakan waktu tunggu rata-rata untuk ribuan gerbong di perbatasan Ukraina dengan blok 27 negara adalah 16 hari, mencapai hingga 30 hari di beberapa tempat.
Baca juga: Rusia Dituduh Culik Ribuan Warga Ukraina, Dimasukkan ke Kamp Konsentrasi
Untuk mengatasi kemacetan ini, komisi mengatakan prioritas yang paling mendesak, memastikan kendaraan transportasi tambahan tersedia untuk membawa gandum ke pelabuhan UE.
Dikatakan trailer hopper biji-bijian, kontainer kargo, dan tongkang dan kapal sangat dibutuhkan.
Dengan penerbangan nonmiliter mendarat di Ukraina, komisi mengatakan rute pasokan baru harus diatur.
Terutama melalui transportasi darat dan sungai, misalnya menggunakan pelabuhan Ukraina di Sungai Danube.
Komisi mendesak negara-negara anggota untuk mempercepat prosedur di titik-titik penyeberangan perbatasan.
Sehingga, akan dapat meningkatkan kapasitas di wilayah Uni Eropa untuk penyimpanan sementara ekspor Ukraina.
Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Picu Ketakutan Tetangga Moskow, Sebelum Diserang, Pilih Gabung NATO
“Dalam jangka menengah dan panjang, komisi juga akan bekerja meningkatkan kapasitas infrastruktur koridor ekspor baru dan membangun koneksi infrastruktur baru,” katanya.
Proposal komisi tidak mengikat dan sebagian besar bertujuan untuk memfasilitasi koordinasi antara negara-negara Uni Eropa, operator transportasi dan pemasok peralatan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rusia-Blokir-Pelabuhan-Ukraina.jpg)