Breaking News:

Internasional

Raja Salman Tinggalkan Rumah Sakit, Seusai Jalani Pemeriksaan di Rumah Sakit King Faisal Jeddah

Raja Salman meninggalkan Rumah Sakit Spesialis King Faisal di Jeddah pada Minggu (15/5/2022) malam.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Raja Salman meninggalkan Rumah Sakit Spesialis King Faisal di Jeddah, Arab Saudi pada Minggu (15/5/2022) malam. 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Raja Salman meninggalkan Rumah Sakit Spesialis King Faisal di Jeddah pada Minggu (15/5/2022) malam.

Raja menjalani pemeriksaan medis dan berhasil menyelesaikan rencana perawatan serta masa pemulihan.

Saudi Press Agency melaporkan raja berterima kasih kepada simpatisan di Arab Saudi dan dari negara-negara sahabat atas pesan dukungan mereka.

Pekan lalu, Raja Salman dirawat di rumah sakit untuk tes yang tidak ditentukan.

Kerajaan secara umum berusaha memadamkan spekulasi atas kesehatan raja berusia 86 tahun itu.

Raja Salman telah memerintah egara pengekspor minyak utama dan ekonomi terbesar dunia Arab sejak 2015.

Baca juga: Raja Salman Jalani Perawatan Kolonoskopi, Kondisi Mulai Membaik

Dia memasuki Rumah Sakit Spesialis King Faisal di kota pesisir Jeddah pada untuk melakukan beberapa pemeriksaan medis.

"Semoga Tuhan menjaga Penjaga Dua Masjid Suci dan semoga dia menikmati kesehatan dan kesejahteraan," kata sebuah pernyataan dari pejabat Arab Saudi.

Jarang bagi kerajaan rahasia untuk melaporkan kesehatan raja.

Pada tahun 2017, Arab Saudi menolak laporan dan spekulasi yang meningkat.

Dimana, raja berencana turun tahta demi putranya Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto negara itu.

Raja Salman menjalani operasi untuk mengangkat kantong empedunya pada tahun 2020.

Dia baru-baru ini dirawat di rumah sakit pada Maret 2022.

Baca juga: Erdogan Kunjungi Arab Saudi, Peluk Mohammed bin Salman, Ingin Perbaiki Keretakan Kedua Negara

Media pemerintah menggambar sebagai tes medis yang berhasil dan untuk mengganti baterai alat pacu jantungnya.

Di bawah pemerintahannya, Arab Saudi telah meluncurkan reformasi ekonomi yang ambisius untuk era pasca-minyak.

Termasuk memberikan lebih banyak hak kepada perempuan, sambil mengadopsi kebijakan luar negeri yang lebih tegas termasuk memasuki perang di negara tetangga Yaman.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved