Breaking News:

Internasional

Serangan Menara Kembar New York 11 September 2001, Jadi Alasan China Tuduhkan Terorisme ke Uighur

Pemerintah China telah berjuang selama beberapa dekade untuk mengendalikan Provinsi Xinjiang.

Editor: M Nur Pakar
BBC Indonesia
Muslim Uighur di Urumqi, Xinjiang, China diduga ditahan di kamp re-edukasi yang didirikan oleh Pemerintah China. (BBC Indonesia) 

SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Pemerintah China telah berjuang selama beberapa dekade untuk mengendalikan Provinsi Xinjiang.

Sebuah wilayah, di mana orang-orang Muslim Uighur telah lama membenci aturan keras Beijing, yang mengakibatkan bentrokan kekerasan dengan pemerintah yang didominasi Han.

Dengan serangan 11 September 2021 di Amerika Serikat, pejabat China mulai menggunakan momok terorisme untuk membenarkan kontrol yang ketat, seperti dilansir AP, Senin (16/5/2022).

Tindakan keras itu dimulai pada tahun 2017, setelah serangkaian penusukan dan pemboman yang dilakukan oleh segelintir militan Uighur.

Pemerintah China membela penahanan massal sebagai hal yang sah dan diperlukan untuk memerangi terorisme.

Pada 2019, pejabat Xinjiang menyatakan kamp penahanan jangka pendek ditutup.

Baca juga: China Perketat Cengkeraman Muslim Uighur, Ketua Partai Xinjiang Diganti Lebih Kejam Lagi

Kemudia, menggambarkan mereka sebagai peserta pelatihan telah lulus.

Kunjungan wartawan Associated Press ke empat bekas lokasi kamp mengkonfirmasi tempat itu ditutup atau diubah menjadi kamp lain.

Tapi penjara tetap ada dan Xinjiang melakukan pembangunan penjara bersama-sama dengan tindakan keras, bahkan ketika kamp-kamp ditutup, penjara-penjara itu meluas.

Setidaknya beberapa lokasi kamp diubah menjadi pusat penahanan, termasukyang diubah menjadi pusat penahanan pra-ajudikasi, dua kali ukuran Kota Vatikan dan diperkirakan memiliki kapasitas untuk 10.000 orang atau lebih.

Citra satelit diperoleh dan dianalisis oleh Buzz Feed menunjukkan pada April 2021, pemerintah China memiliki ruang penjara yang cukup besar di Xinjiang, mampu menutupi sepertiga pulau Manhattan.

Sementara itu, China menyatakan keberhasilan dalam menjaga Xinjiang tetap aman.

Baca juga: Tesla Membantu Pemerintah China Menutupi Genosida dengan Membuka Showroom Mobil di Xinjiang

“Dalam lima tahun terakhir, Xinjiang telah bebas dari insiden kekerasan teroris,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Februari 2022.

“Orang-orang dari semua etnis telah menjalani kehidupan yang bahagia dan damai,” klaimnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved