Jumat, 15 Mei 2026

Internasional

Emisi Karbon Akan Meningkat Drastis, Jika Uni Eropa Mengganti Gas Rusia

Secara makro, sektor energi tetap tidak stabil akibat invansi Rusia ke Ukraina. Sehingga, diperkirakan, emisi karbon akan meningkat drastis jika Uni

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Emisi karbon dilepaskan dari cerobong asap pabrik Eropa 

SERAMBINEWS, RIYADH - Secara makro, sektor energi tetap tidak stabil akibat invansi Rusia ke Ukraina.

Sehingga, diperkirakan, emisi karbon akan meningkat drastis jika Uni Eropa mengganti semua impor gas Rusia.

Di sisi lain, Republik Ceko masih berusaha mencari sumber pasokan alternatif jika Rusia menghentikan aliran.

Pada tingkat mikro, Drax Group Plc Inggris berencana menggandakan kapasitasnya di pabrik Skotlandia.

Sedangkan Infinitum Electric dari Texas telah menerima investasi yang signifikan dari perusahaan energi besar yang
akan membantunya meningkatkan produksi.

Jika Eropa mengganti 100 persen impor gas Rusia, maka hingga 800 juta ton karbon dioksida dilepaskan ke atmosfer
selama rentang waktu satu tahun, lapor Reuters, Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Afrika Bersiap Memasok Gas ke Uni Eropa, Walau Hanya 50 Persen dari Kapasitas Pasokan Rusia

Ini datang karena keputusan seperti itu akan berarti batubara akan kembali lagi, akibatnya menyebabkan peningkatan
emisi.

Kementerian Perindustrian Republik Ceko telah mengumumkan meluncurkan pedagang energi negara baru dalam
upaya memperkuat keamanan energi untuk menjauh dari pasokan Rusia.

Rusia telah menghentikan pasokan gas ke Bulgaria dan Polandia yang menimbulkan kekhawatiran tentang negara-
negara Eropa lainnya.

Sedangkan Bisnis pembangkit listrik yang berbasis di Inggris Drax Group Plc mengumumkan menggandakan
kapasitasnya di sebuah pabrik di Skotlandia dengan menambahkan stasiun tenaga air baru di sana.

Perusahaan ingin memberikan ruang untuk stasiun baru dengan menggali bagian dari gunung yang berada di Skotlandia.

Pembuat motor listrik yang berbasis di Texas, Infinitum Electric juga telah mendapatkan investasi $80 juta dari
beberapa raksasa energi, Bloomberg melaporkan.

Baca juga: Ukraina Tutup Aliran Gas Rusia di Wilayah Separatis Dukungan Moskow, Krisis Energi Eropa Makin Parah

Jumlah tersebut akan digunakan untuk membantu perusahaan meningkatkan produksinya.

Ini terjadi karena motor diproyeksikan untuk mendorong sekitar 30 persen pertumbuhan permintaan listrik industri
pada tahun 2040, menurut analis dari jaringan layanan profesional multinasional Inggris, Deloitte.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved