Breaking News:

Mihrab

Dunia Tempat Ujian Bukan Tujuan, Refleksi Silaturahmi Idul Fitri

Ketua DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Mustafa Husen Woyla mengatakan, budaya mudik sejatinya pengamalan dari perintah syariat Islam.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Tgk Mustafa Husen Woyla 

Dunia Tempat Ujian Bukan Tujuan, Refleksi Silaturahmi Idul Fitri

SERAMBINEWS.COM - Setelah berpuasa Ramadhan sebulan penuh, umat Islam menyabut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh suka cita.

Kegembiraan itu, tidak hanya untuk perorangan namun secara kolektif dan menyeluruh pada keluarganya, tempat tinggal bahkan di kampung halamanya.

Berbagi kebahagian bersama di hari yang sama, dari itulah muncul budaya mudik ke kampung halaman.

Ketua DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Mustafa Husen Woyla mengatakan, budaya mudik sejatinya pengamalan dari perintah syariat Islam pada hari raya.

Karena di dalamnya terdapat saling mendoakan dan mempererat persaudaraan serta ukhuwah melalui silaturrahim di Hari Raya.

Baca juga: Abuya Muda Waly - Bapak Pendidikan Aceh, Anti Pemberontak dan Menyelamatkan Tahta Soekarno

“Di tengah suka cita Hari Raya, terkadang tidak semua  umat muslim merasakan kebahagian,” kata Tgk Mustafa.

Yang namanya roda kehidupan silih berganti, ada yang dulunya kaya, saat dikunjungi  sudah hidup dengan penuh kekurangan, dan dulunya senang sekarang susah.

“Dulu berpasangan, kini hidup sendiri.  Pernah sehat, kini sakit parah, dan segunung kisah bagian dinamika kehidupan manusia,”  kata Tgk Mustafa yang merupakan guru di Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee.

Pemandangan ini, kata dia, didapati di setiap sudut belahan dunia ini.

“Termasuk saya dan kita semua. Terlebih bagi para perantau pemudik sangat terlihat perkembangan kehidupan sanak saudara dan juga kerabat kita,” ujarnya.

Menyikapi realitas yang ada, banyak umat manusia yang salah mengambil sikap. Sehingga ia bersedih, biasa-biasa saja bahkan ada mengarah ke saling merendahkan terhadap keadaan dan status sosial seseorang.

Baca juga: HAUL Ke-63 Abuya Syeikh H Muda Waly Digelar 23-24 Mei 2022

“Sebenarnya, untuk menyadari semua itu cukuplah kita renungkan kembali bahwa “dunia tempat ujian bukan tujuan,” nasihat Tgk Mustafa.

Menurutnya, inilah pegangan sebagai bahan refleksi dan napaktilas yang semestinya diterapkan dalam berhari raya, agar tidak merasa minder dan kecil hati atau terlalu berlebihan dalam nikmat yang ada.

Sabagaimana firman Allah, dalam QS al- Mulk ayat 2, dan QS al-Balad ayat  4.

“Sehingga dapat dipahami bahwa kehidupan ini hanya fatamorgana, semua hanya sebentar, kehidupan ini  hanyalah ujian yang akan dipertanggungjawabkan,” terang Ketua ISAD ini.

Baca juga: Abuya Syekh H Amran Waly Resmikan Surau di Malaysia

Oleh karena itu, Tgk Musfata memberi nasihat berupa:

Maka ada yang diuji dengan, sakit, bersabarlah, semoga jadi kafarah dosa.
Ada yang diuji dengan keterbatasan harta, qanaah-lah.
Ada yang diberi harta melimpah, bersyukur dan berinfaqlah.
Ada yang uji dengan pasangan yang tak bahagia, bersabarlah.
Ada yang diuji pada anak, tidak ada keturunan atau ada keturunan, anaknya pelawan.
Ada yang diuji diberi jabatan, disyukuri dan amanah-lah.
Ada yang diuji pada teman dan sahabat yang mengunting dalam lipatan, maka berlapang dada-lah.
Ada yang diuji oleh jiran tetangga ibarat Negara sedang perang, maka berdamailah
Ada yang diuji dengan mertua atau menantu yang tidak sesuai harapan.

"Semua itu lika-liku kehidupan dunia menuju akhirat kelak. Disikapilah dengan arif dan bijak agar tidak memberatkan timbangan amal keburukan di akhirat kelak," tutup Tgk Mustafa. (ar)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved