Minggu, 19 April 2026

Pria Telantar

Warga Bireuen yang Telantar di Agara Bernama Mustafa Asal Gampong Geulanggang Gampong

Kata Bahagia Wati, saat ini Mustafa sedang menjalani pengobatan bagian kedua kakinya yang luka serius sehingga dirinya tak bisa berjalan.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Pihak Dinas Sosial Aceh Tenggara bersama PKH Kecamatan Lawe Sigala-gala, membawa pria telantar yang mengalami luka serius di kaki ke RSU Sahuddin Kutacane, Jumat (20/5/2022) 

Laporan Asnawi I Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Warga Bireuen yang mengalami luka serius pada kedua kaki dan telantar di Aceh Tenggara ternyata bernama Mustafa Bin Ibrahim warga Gampong Geulanggang Gampong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Mustafa saat ini sedang dirawat secara intensif untuk pemulihan luka di kedua kakinya di RSUD Sahuddin Kutacane.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tenggara, Bahagia Wati, mengatakan, mereka sudah mendapatkan informasi bahwa warga Bireuen telantar tersebut bernama Mustafa Bin Ibrahim bukan Riwaldi.

Mustafa berasal dari Gampong Gelanggang Gampong Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen.

Kata Bahagia Wati, saat ini Mustafa sedang menjalani pengobatan bagian kedua kakinya yang luka serius sehingga dirinya tak bisa berjalan.

Rencananya, pada Senin (23/5/2022) akan dilakukan operasi sekaligus pembersihan di bagian ke dua kaki Mustafa.

Setelah kesehatan Mustafa membaik, pihak Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tenggara, akan mengirimkan Mustafa ke Panti Asuhan Lansia di Bireuen atau Banda Aceh.

Tak Miliki Keluarga, Warga Bireuen dengan Luka di Kaki Telantar di Agara, Dinsos Rujuk ke RSU

Ditambah Bahagia Wati, pihaknya telah berkomunikasi dengan Keuchik Gampong Geulanggang Gampong bersama perangkat Gampong pada 20 Mei 2022 sesuai surat yang diterima Dinsos Aceh Tenggara dari Keuchik Gampong Geulanggang Gampong, bahwa Mustafa yang sudah 20 tahun meninggalkan Gampong Geulanggang Gampong tidak dapat dikembalikan ke Gampong karena pihak keluarga jauh yang sudah dilakukan mediasi juga berasal dari keluarga tidak mampu sehingga mereka menyerahkan sepenuhnya Mustafa untuk dibantu atau uluran tangan dari Pemerintah.

"Kalau kesehatan sudah maksimal, kita akan titipan Mustafa ke panti asuhan lansia. Kita sangat prihatin dan sedih melihat kondisi kakek Mustafa yang tak ada keluarganya," ujar Bahagia Wati.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved